Jambore HIMPAUDI, Ngajak Balik Ka Jatidiri Urang Subang

KOTASUBANG.com, Tanjungsiang – Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI)  Kabupaten Subang mencanangkan pola permainan yang akan digunakan dalam proses pembelajaran di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Subang adalah pola main yang merupakan hasil karya budaya alam Subang, yaitu permainan tradisional urang Subang. Dengan demikian  diharapkan akan memunculkan generasi dengan  karakteristik jatidiri urang Subang. Hal itu diungkapkan Ketua PD HIMPAUDI Kabupaten Subang, H. Ade Mulayana, S.Ag, M.Pd pada pembukaan Jambore Daerah II Himpaudi Subang yang berlangsung di lapangan Bolang, Desa Wisata Cibuluh, Tanjungsiang 2– 5 Februari 2017.

“Melalui permainan tradisional kita balik kawiwitan, balik ka jatidiri urang Subang. Tidak akan mungkin anak kita akan mengenal  Subang,  mencintai daerahnya, memunculkan karakteristik Subang sementara dididik dengan permainan dan tarian yang diadopsi dari luar,” ungkapnya.

Ade mengungkapkan , Bapak permainan tradisional yang sudah terkenal di mancanegara, Bapak Zaini Alif adalah asli orang Bolang, Tanjungsiang. Sudah dipanggil ke mancanegara, sudah dipakai di Kabupaten lain tetapi di Subang malah diabaikan.

“Maka mulai hari ini HIMPAUDI bersama dengan komunitas Hong pimpinan Bapak Zaini Alif akan melalukan sebuah proses dimana kita akan bersama menggali kembali bagimana permainan tradisional menjadi bagian keseharian pola didik terhadap anak-anak kita yang kelak nanti akan menjadi pemimpin bangsa ini, pemimpin Kabupaten Subang yang akan mencintai daerahnya, yang berkarakter jati diri urang Subang. Itulah yang menjadi impian HIMPAUDI hari ini.” Jelas Ade.

Bunda PAUD Kabupaten Subang Hj. Dewi Nirmalasari, dalam kesempatan itu mengingatkan agar menjaga dan mengawasi anak usia dini dari penggunaan gadget karena berdasarkan pelatihan pola asuh yang pernah diikutinya, bahwa anak baru aman menggunakan teknologi setelah diatas usia 8 tahun.

“Anak-anak sudah sangat dekat dengan  teknologi, hampir semua pegang gadget baik itu  handphone, tablet dan sebagainya. Dan terkadang orang tua tidak mengawasi. Makanya sangat tepat sekali jika HIMPAUDI  memasyarakatkan kembali kaulinan budak lembur  yang saat ini ditinggalkan. Untuk usia dini permainan seperti ini sangatlah tepat,” jelasnya.

Sementara itu Plt Bupati Subang, Hj. Imas Aryumningsih dalam sambutannya mengingatkan kasih sayang orang tua kepada anak jangan sampai salah cara, tetapi harus dihitung untung ruginya. Menurutnya, sayang kepada anak tidak berarti semua keinginnannya harus dipenuhi, misalnya anak di bawah umur jangan dulu diberi kendaraan bermotor atau dibelikan gadget.

“Lebih baik, ayo kita balik lagi, ajarkan permaianan urang lembur yang memang bagus untuk pembentukan karakter. Karena dalam permainan tradisional  ada kebersamaan dan sportifitas. Ini akan membentuk karakter anak.” Jelasnya.

Dalam kesempatan itu Imas juga berjanji akan mencarikan dana tambahan untuk gaji guru PAUD sebesar 200 ribu.

Acara pembukaan Jambore PAUD tersebut berlangsung meriah dengan adanya defile para peserta yang berjumlah hampir 700 orang perwakilan dari 30 Kecamatan. Berbagai kegiatan akan digelar selama Jambore ini, seperti seminar, pelatihan dan aneka lomba yang disesuaikan dengan tema  “Ngadidik Balik Kawiwitan Jatidiri Urang Subang”. Acara jambore ini juga telah menggerakan roda perekonomian masyarakat sekitar dengan banyaknya para pedagang di sekitar lokasi Jambore.