Wow !, Ternyata Subang Miliki Gegara Menyan, “Pulau” Tersembunyi di Lepas Pantai Utara

KOTASUBANG.com, Subang – Pantai utara Subang ternyata masih menyimpan potensi wisata alam menarik. “Pulau” Gegara Menyan, demikian warga desa Anggasari, Kecamatan Sukasari menyebutnya. Pulau ini berupa hamparan pasir yang cukup luas yang membentang  dari barat ke timur meliputi dua wilayah Kecamatan yakni Kecamatan Sukasari dan Kecamatan Legon Kulon. Menurut para tetua desa Anggasari seperti dituturkan Wakil Ketua Kompepar Kecamatan Sukasari Eeng Samsu Ernawan, kata Gegara, berarti tumpukan pasir yang membentuk daratan.

Di sebelah selatan pulau Gegara Menyan terdapat beberapa pulau kecil lainnya, diantaranya pulau Lenci. Di tengah pulau Lenci ini terdapat makom leluhur desa Anggasari yang dikenal dengan nama Eyang Lenci. Pada waktu tertentu makom ini banyak dikunjungi para peziarah. Nantinya, di pulau lenci ini juga akan dibangun berbagai fasilitas pendukung seperti jembatan atau jalan dari kayu untuk keliling hutan Mangrove pulau Lenci.

Laut Cilik dan pulau Lenci

 

Diantara Gegara Menyan dan Pulau lenci merupakan perairan dangkal yang luas dengan gelombang yang tenang sehingga aman buat pengunjung untuk bermain-main air. Penduduk sekitar menyebutnya dengan laut cilik. Laut cilik ini juga kaya dengan sejenis kerang kecil yang disebut kiser dan ikan. Sehingga mereka yang berkunjung ke pulau tersebut pulang bisa membawa oleh-oleh berupa kiser atau ikan-ikan hasil tangkapan di sekitar lokasi Gegara Menyan.

“Di laut cilik ini bisa dikembangkan dan dilengkapi dengan fasilitas rekreasi air seperti penyewaan ban, banana boat, motor air dan lain-lain,” ujar Eeng.

Menyusuri Kali Kamal Menuju Pulau Gegara Menyan

Hal menarik lainnya dari wisata ke Gegara Menyan adalah hutan mangrove kali Kamal. Ketika menuju pulau Gegara Menyan, para pengunjung harus menggunakan perahu sekira 20 menit melalui kali Kamal dimana di kiri dan kanannya berupa hutan mangrove. Dalam perjalanan menuju pulau, wisatawan juga akan melewati makom Dewi Candrawulan yang dikeramatkan warga. Nikmati perjalanan dengan perahu yang melaju tenang diantara hutan mangrove dan rasakan pula sensasi gelombang laut yang mengoyang-goyang perahu ketika kita memasuki laut lepas sesaat keluar dari kali Kamal.

Waktu terbaik untuk berkunjung ke pulau Gegara Menyan adalah pada musim kemarau, karena pada musim hujan apalagi musim angin barat (Oktober – Februari) biasanya gelombang tinggi dan permukaan pulau akan menyusut karena air laut pasang selain itu air laut menjadi lebih keruh dan banyak sampah. Karenanya pemerintah desa Anggasari akan berupaya membuat tembok penahan ombak (break water) yang kokoh sepanjang tepian pulau melingkar sekelilingnya sehingga keindahan pulau ini dapat dinikmati sepanjang tahun.

Pulau Gegara Menyan ketika musim kemarau

Pulau Gegara Menyan ketika musim hujan / angin barat, biasanya luasnya menyusut

Untuk menuju ke Pulau Gegara Menyan, dari kota Subang arahkan kendaraan menuju Pamanukan. Dari Pamanukan melintas jalan nasional pantura Subang ke arah Jakarta. Kemudian dengan patokan Rumah Makan Markoni arahkan kendaraan ke utara melalui jalan desa menuju Anggasari. Di ujung desa inilah perjalanan menuju pulau Gegara Menyan di mulai dengan menggunakan perahu menyusuri kali Kamal.

Saat ini warga desa Anggasari terus berupaya mengembangkan potensi wisata di desanya tersebut dan berharap bisa mewujudkan Anggasari sebagai desa wisata di pantai utara dengan destinasi utamanya pulau Gegara Menyan. (baca juga : Miliki Pulau Gegara Menyan, Anggasari Berambisi Menjadi Desa Wisata di Pantura Subang)