Subang Segera Miliki Museum Digital

KOTASUBANG.com, Subang – Kabupaten Subang segera memiliki museum digital. Rencananya Museum di Gedung Wisma Karya akan disulap menjadi museum ethno histori, disana akan ditampilkan beragam budaya termasuk berbagai aspek sejarah secara digital.

Hal itu terungkap saat rombongan yang dipimpin Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Padjadjaran, Prof Dr Nina Herlina (Lubis) bersama Plt Bupati Subang, Imas Aryumningsih meninjau Gedung Wisma Karya Subang, Kamis, 26 Januari 2017. Mereka keliling di area Gedung, termasuk lahan terbuka disekitarnya hingga ke ruangan museum daerah yang ada di Wisma Karya.

“Subang kaya dengan seni budaya dan banyak sejarah, itu perlu diketahui generasi penerus, kami akan menuangkannya di museum digital. Jadi Wisma Karya akan ditata, tak hanya gedung tapi area sekitarnya juga,” ujar Plt Bupati Subang, Imas Aryumningsih.

Dia berharap nanti yang datang ke wisma karya bukan melihat dan bisa mengetahui sejarah Subang, tetapi lebih banyak lengkap lagi. Sebab berbagai produk khas termasuk cinderamata akan ada disini. Apalagi Wisma karya juga punya area terbuka, itu akan ditata supaya lebih menarik lagi.

“Jadi pengunjung yang datang ke Wisma Karya, bisa lebih kenal dan tahu. Budaya maupun berbagai produk yang ada di Subang. Penataan akan jadi satu kesatuan, mulai museum, tempat bermain di area terbuka buat anak-anak dan dewasa hingga, oleh-oleh khas Subang disediakan disini, pokoknya lengkap,” ujarnya.

Guru Besar Ilmu Sejarah Unpad, Prof Dr Nina Herlina (Lubis) mengatakan dirinya diminta oleh Plt Bupati Subang menata dan “menghidupkan” museum Subang di Gedung Wisma Karya. Kapasitas dirinya sebagai konsultan membuat story Line, yaitu menghadirkan dan menentukan isi yang layak ditampilkan secara multimedia. Sedangkan pelaksana pekerjaannya, akan dikerjakan ahli multimedia.

“Saya sangat mengapresiasi keinginan Plt bupati, apalagi tak semua kepala daerah mau mengalokasikan anggaran khusus. Saya disini membuat isi yang akan ditampilkan di museum. Karena ini menyangkut sejarah, tentunya akan diawali dengan penelitian lapangan,” ujarnya.

Dikatakan Nina, penelitian akan dimulai 1 Februari, terlebih dahulu keliling “Ngubek” Kabupaten Subang. Targetnya penelitian akan berlangsung selama satu bulan, melibatkan tim dan dibantu dinas terkait. (Pikiran Rakyat)