Serunya Melihat Bulan, Main di Sungai dan Belajar Sejarah di Desa Wisata Cibuluh, Subang

KOTASUBANG.com, Tanjungsiang – Penat dengan hiruk pikuk suasana kota? bosan dengan rutinitas pekerjaan? cobalah rehat dulu sebentar, refresh pikiran dengan menikmati suasana desa yang damai Cobalah ke desa wisata Cibuluh, Tanjungsiang, Subang untuk menikmati suasana lain atau sekedar bernostalgia dengan suasana masa kecil Anda di kampung.

Keceriaan bermain air di sungai, makan bersama di sawah dan menikmati syahdunya malam bulan purnama sambil diringi kecapi dan sajian penganan khas kampung, adalah sebagian kegiatan yang dapat dinikmati disana.

“Pengunjung akan diajak menikmati suasana desa. Mulai dari melihat aktivitas penduduk seperti membuat makanan tradisional, bermain di sungai dan di sawah, mengenal sejarah di monumen perjuangan 45 serta berbagai aktivitas lainnya, termasuk menginap dan makan dengan menu ala kampung di guest house atau di rumah-rumah penduduk,” kata kang Udan, salah seorang penggerak desa wisata Cibuluh.

desa-wisata-cibuluh-subang-3
Foto oleh : Wisnu Setia Ramdani, Juara II Lomba foto “Aku dan Sungai” kategori Mahasiswa pada Festival 7 Sungai
desa-wisata-cibuluh-subang-4
Memancing di sungai Cileat, Desa Wisata Cibuluh

Guest house tempat menginap tamu selayaknya rumah warga desa biasa. Di dalamnya terdapat sebuah tungku untuk tempat memasak dan siduru, atau menghangatkan tubuh ketika kedinginan. Di samping rumah terdapat sebuah saung yang di sebut saung Mulan. Setiap bulan purnama biasanya disana digelar acara “Mulan di Kampung Bolang” yaitu menikmati suasana bulan purnama bersama-sama. Lihatlah indahnya bulan purnama yang perlahan muncul dari balik gunung Tampomas sambil menikmati teh atau kopi hangat dan sajian penganan tradisional seperti kulub sampeu atau kulub cau. Iringan kacapi  dan dongeng atau sejarah kampung dari para tetua akan menambah syahdu suasana.

desa-wisata-cibuluh-subang-9
Saung mulan
desa-wisata-cibuluh-subang-8
Pemandangan dilihat dari saung Mulan
desa-wisata-cibuluh-subang-13
Hawu, tempat memasak dan siduru

Bicara sejarah, desa ini tak lepas dari sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pada tahun 1949 tepatnya di kampung Ciseupan, desa Cibuluh terjadi sebuah pertempuran antara pasukan Belanda melawan warga desa dan pasukan Siliwangi. Untuk menandai peristiwa heroik sekaligus tanda penghormatan bagi para pejuang yang gugur dalam pertempuran melawan penjajah Belanda di sana kemudian di kampung ini dibangun monumen perjuangan 45. (baca juga; Kisah Heroik Tentara Siliwangi dan Rakyat Ciseupan pada Perang Kemerdekaan).

Tak jauh dari monumen tersebut terdapat sumber mata air hangat di pinggir pesawahan. Kini mata air tersebut berbentuk kubangan yang telah ditembok disisi-sisinya. Tak terlalu hangat memang, namun keberadaannya merupakan keunikan tersendiri. Dari sinilah rupanya nama kampung Ciseupan berasal, dari asal kata cai aseupan atau seupan. Aseupan adalah alat berbentuk kerucut dari anyaman bambu untuk mengukus nasi sedangkan seupan artinya kukus atau uap air panas. Kadang ada juga pengunjung yang sengaja datang untuk melakukan ritual mandi di sana. Selain mandi di sumber mata air hangat pengunjung yang melakukan ritual tertentu biasanya juga mandi di sebuah batu yang berada di sungai tak jauh dari sumber mata air hangat.

desa-wisata-cibuluh-subang-1
Mata air hangat Ciseupan
desa-wisata-cibuluh-subang-11
Keseharian anak-anak desa Cibuluh

Bicara sungai, desa Cibuluh juga unik. Desa ini mungkin satu-satunya desa yang dilintasi  7 buah sungai sekaligus, yaitu sungai Cipunagara, Cinyaro, Cilandesan, Citeureup, Cikaruncang, Cikembang dan Cileat. The Land of 7 Rivers, mungkin itulah salah satu julukkan yang bisa disematkan kepada desa ini. Sungai-sungai tersebut kemudian bersatu di Cibuluh dan menjadi satu di sungai Cipunagara yang kemudian mengalir hingga ke laut Jawa di utara Subang. (baca juga : Festival 7 Sungai di Desa Wisata Dunia, Menuju Festival Tingkat Dunia)

desa-wisata-cibuluh-subang-7
Sungai Cipunagara, salah satu sungai yang mengalir di desa Cibuluh
desa-wisata-cibuluh-subang-6
Ngecrik, aktivitas yang dapat dijumpai di desa wisata Cibluh
festival-7-sungai-cibuluh-subang-3
Ngoprok, ramai-ramai menangkap ikan di sungai

Melihat potensi tersebut, para penggerak wisata di desa Cibuluh telah menggelar event Festival 7 Sungai beberapa waktu lalu. Beragam acara telah digelar untuk memeriahkan acara tersebut, termasuk tradisi ngoprok yaitu acara menangkap ikan di sungai dengan cara menggiring ikan bersama-sama sejauh beberapa puluh meter sehingga ikan kemudian masuk ke dalam perangkap beberapa bubu yang telah dipasang di depannya. Tradisi sarat kebersamaan ini dahulu selalu dilakukan lagi oleh masyarakat Cibuluh ketika musim kemarau tiba. Rencananya acara ini akan dijadikan agenda wisata tahunan desa wisata Cibuluh untuk menarik wisatawan.

 Jadi tunggu apa lagi. Di desa wisata Cibuluh, Anda bisa menikmati wisata alam, budaya dan sejarah sekaligus. Selamat berkunjung.

desa-wisata-cibuluh-subang-2
Poe opak

Berita Terkait: