Duh, UMK Subang Terendah dan Makin Jauh Tertinggal di Purwasuka

KOTASUBANG.com, Bandung – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan  pada Senin sore (21/10/2016) telah menetapkan atau menandatangi upah minimum kabupaten/kota (UMK) Provinsi Jawa Barat Tahun 2017. Penetapan itu merujuk PP Nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan.

“Kenaikan UMK mulai berlaku 1 Januari 2017 berdasarkan formulasi penghitungan inflasi nasional sebesar 3,07 persen dan produk domestik bruto atau laju pertumbuhan ekonomi yakni 5,18 persen. “Dengan begitu kenaikan UMK di provinsi Jawa Barat yakni sebesar 8,25 persen,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat Ferry Sofwan Arief, di Bandung, Senin malam.

Tercatat, Kabupaten Karawang menjadi daerah dengan UMK tertinggi di Jawa Barat yakni Rp. 3.605.901 dan yang terendah ialah Kabupaten Pangandaran Rp. 1.433.901. Jika dirata-ratakan nilai UMK di Jabar tahun 2017 sebesar Rp. 2.324.555.33.

Sementara itu UMK Kabupaten Subang ditetapkan Rp. 2.327.072,00 dan merupakan nilai UMK terendah jika dibandingkan dengan daerah industri di Purwasuka (Purwakarta, Subang dan Karawang). Jika dibandingkan dengan Karawang maka UMK Subang terpaut sangat jauh yaitu terpaut sebesar Rp. 1.278.200,00 dan jika dibandingkan dengan UMK Kabupaten Purwakarta terpaut Rp. 842.477,17. Sementara itu jika dibandingkan dengan UMK rata-rata Jawa Barat maka nilai UMK Subang hanya terpaut Rp. 2.516,17 saja.

Menurut Dani Afgani dari Serikat Buruh SPMKB, mengacu pada UU pengupahan No 78, maka upah buruh Subang akan terus jauh tertinggal hingga 5 tahun ke depan dengan kabupaten tetangga, karena sesuai undang-undang tersebut, upah buruh hanya akan ditinjau ulang setiap 5 tahun sekali.

“Jadi kalau UMK kita sudah tertinggal jauh, maka akan terus tertinggal jauh dibandingkan dengan Kabupaten tetangga. Karena pada sebelum penentuan PP 78, Karawang dan Purwakarta UMK-nya sudah tinggi maka tahun-tahun selanjutnya pun kenaikannya akan tinggi pula  ” katanya.

Dirinya sangat menyayangkan terlalu jauhnya perbedaan antara UMK Subang dengan Purwakarta dan Karawang padahal kini Subang pun sudah menjadi daerah Industri, sama seperti kedua Kabupaten tetangga tersebut.

“Mungkin pemimpin Subang nya kurang nyaah kepada rakyat buruh, beda dengan Purwakarta dan Karawang,” ujarnya.

Berikut daftar lengkap UMK 2017 di Jawa Barat:

1. Kabupaten Majalengka Rp1.525.632,00
2. Kota Cirebon Rp1.741.682,96
3. Kabupaten Cirebon Rp1.723.578,15
4. Kabupaten Kuningan Rp1.477.352,70
5. Kabupaten Indramayu Rp1.803.239,33
6. Kabupaten Garut Rp1.538.909,00
7. Kabupaten Tasikmalaya Rp1.767.686,00
8. Kota Tasikmalaya Rp1.776.686,00
9. Kabupaten Ciamis Rp1.475.792,82
10. Kota Banjar Rp1.437.522,11
11. Kabupaten Pangandaran Rp1.433.901,15
12. Kota Depok Rp3.297.489,00
13. Kabupaten Bogor Rp3.204.551,81
14. Kota Bogor Rp3.272.143,00
15. Kab Sukabumi Rp2.376.558,39
16. Kota Sukabumi Rp1.985.494,00
17. Kabupaten Cianjur Rp1.989.115,00
18. Kota Bandung Rp2.843.662,55
19. Kab Bandung Rp2.463.461,49
20. Kab Bandung Barat Rp2.468.289,44
21. Kab Sumedang Rp2.463.461,49
22. Kota Cimahi Rp2.463.461,00
23. Kota Bekasi Rp3.601.650,00
24. Kab Bekasi Rp3.530.438,44
25. Kab Karawang Rp3.605.272,00
26. Kab Purwakarta Rp3.169.549.17
27. Kabupaten Subang Rp2.327.072,00.

  • Yusuf Haris

    Helaaaaw bupati subang! masa kalah sama sumedang.padahal kalo dilihat industri di subang lebih banyak dari sumedang.kaya nya subang mah lebih pro sama para pengusaha garmen di banding sama rakyat nya.ckckck miris ya..