Festival Tujuh Sungai di Desa Wisata Cibuluh Menuju Festival Tingkat Dunia

KOTASUBANG.com, SubangThe Land of 7 Rivers, mungkin itulah salah satu julukkan yang bisa disematkan kepada desa Cibuluh. Bagaimana tidak, 7 buah sungai, yaitu sungai Cipunagara, Cinyaro, Cilandesan, Citeureup, Cikaruncang, Cikembang dan Cileat melintas di desa ini. Sungai-sungai tersebut kemudian bersatu di desa ini dan menjadi satu di sungai Cipunagara yang mengalir hingga ke laut Jawa di utara Subang.

Para pemuda di desa ini kemudian melihat hal ini sebagai sebuah potensi yang bisa dikembangkan menjadi daya tarik wisata untuk mewujudkan desa Cibuluh menjadi salah satu desa wisata di Kabupaten Subang. Hingga kemudian dua hari ini (11-12 November 2016) pemerintah Desa Cibuluh bersama Kompepar desa Cibuluh, Bumdes Tarung Jaya, Disbudparpora Kabupaten Subang, Bale Budaya Bandung, Jaga Seke, WALHI dan didukung oleh berbagai pihak lainnya menggelar acara bertajuk 7 Rivers Festival (Festival 7 Sungai).

festival-7-sungai-cibuluh-subang-5

Muda-mudi desa Cibuluh antusias berpartisipasi memeriahkan festival

festival-7-sungai-cibuluh-subang-2 festival-7-sungai-cibuluh-subang-4

“Berbagai rangkaian acara telah digelar untuk memeriahkan acara ini, diantaranya lomba foto bertema “Aku dan Sungai”, susur sungai, penampilan berbagai kesenian daerah seperti Kuda Renggong, Sisingaan dan tari-tarian dan dilakukan pula tradisi lama yang kini sudah tidak ada lagi yaitu tradisi ngoprok. Selain itu diadakan pula acara saresehan sungai yang juga di hadiri oleh Sekda Jawa Barat, Iwa Karniwa,” jelas ketua panitia, Udan. (baca juga : Inilah Pemenang Lomba Foto “Aku dan Sungai” )

Tradisi ngoprok yaitu acara menangkap ikan di sungai dengan cara menggiring ikan bersama-sama sejauh beberapa puluh meter sehingga ikan kemudian masuk ke dalam perangkap beberapa bubu yang telah dipasang di depan. Tradisi sarat kebersamaan ini dahulu selalu dilakukan lagi oleh masyarakat Cibuluh ketika musim kemarau tiba.

Camat Tanjungsiang, Agus, dalam sambutannya mengungkapkan semangatnya untuk bersama-sama warga masyarakat Cibuluh untuk mewujudkan Cibuluh sebagai desa wisata unggulan dan menjadikan festival 7 sungai ini mendunia.

festival-7-sungai-cibuluh-subang-7

Sisingaan dibawakan anak-anak Sekolah Dasar

festival-7-sungai-cibuluh-subang-1

Berbagai kesenian tradisional ditampilkan

“Apa yang kita lakukan di tahun pertama ini kemudian kita perbaiki. Selanjutnya kita bersama selenggarakan festival 7 sungai ini selama 5 tahun berturut-turut hingga kemudian menjadi mendunia. Mudah-mudahan nantinya apa yang kita cita-citakan bersama bisa terwujud yaitu masuk World Rivers Network binaan Unesco,” ujarnya.

Sementara itu Kadisbudparpora Kabupaten Subang, Hidayat, mengungkapkan terimaksihnya kepada warga desa Cibuluh yang telah bersama-sama mewujudkan festival 7 sungai. Dirinya berpesan kepada warga masyarakat desa Cibuluh agar memahami Sapta Pesona Wisata, sehingga nantinya Cibuluh menjadi desa wista unggulan.

festival-7-sungai-cibuluh-subang-6

Master Yoyo, Oke Rosgana turut memeriahkan acara

“Untuk menjadi desa wisata unggulan, semua warga masyarakat desa Cibuluh harus senantiasa menjaga Sapta Pesona Wisata yang terdiri dari; Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah dan Kenangan. Masyarkat harus memahami ini,” ungkapnya.

Mewakili Bale Budaya Bandung, Subarnas mengungkapkan, adanya pembangunan berbagai infrastruktur seperti tol Cipali, tol Cisumdawu dan bandara Kertajati merupakan peluang bagi pemkab Subang untuk terus mengembangkan potensi desa wisata di Subang selatan seperti di Cibuluh.

festival-7-sungai-cibuluh-subang-3

Tradisi ngoprok yang sudah jarang dilakukan warga Cibuluh

“Selepas ini kita bersama-sama melakukan evaluasi Festival kali ini dan berdiskusi dengan berbagai pihak merancang program-program selanjutnya untuk pengembangan desa wisata ini,” kata Subanrnas dalam sambutannya.

Selain Festival 7 Sungai, desa wisata Cibuluh juga tengah berupaya mengembangkan berbagai potensi lainnya. Yang sudah berjalan diantaranya paket menginap di desa wisata Cibuluh, kegiatan Mulan Di Kampung Bolang atau mengenal sejarah Subang di monumen perjuangan Ciseupan. (baca juga; Kisah Heroik Tentara Siliwangi dan Rakyat Ciseupan pada Perang Kemerdekaan).