Terkait UMK, Buruh Subang Demo Hingga Magrib, Plt Bupati Subang Setujui Hal Berikut

KOTASUBANG.com, Subang – Ratusan buruh Subang hari ini, Kamis (3/11/2016) kembali melakukan aksi unjuk rasa. Mereka kembali menuntut penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) berdasarkan perhitungan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) bukan berdasarkan PP No. 78.

Aksi buruh diawali dengan orasi di depan kantor Disnakertrans, jalan Mayjen Soetoyo, Subang. Menjelang sore rombongan aksi bergeser menuju komplek Pemkab, jalan Dewi Sartika, Subang. Di depan kantor Bupati secara bergantian berorasi sambil menunggu kedatangan Plt. Bupati Subang.

“Kita lihat saja, kalau (Plt Bupati) itu petugas rakyat, maka UMK akan pakai perhitungan KHL, tapi jika pakai PP No.78 berarti petugas partai. Kita akan bertahan sampai Plt Bupati Subang menemui kita” ujar Ayub dari FSPMI / Aliansi Buruh Subang dari atas mobil komando.

img-20161103-wa0043-1

Menjelang Magrib, buruh masih bertahan di depan kantor Bupati

Akhirnya, menjelang Magrib, Plt Bupati Subang Imas Aryumningsih dan Ketua DPRD Subang Ir. Beni Rudiono mengajak perwakilan buruh bernegosisi di ruang rapat Bupati.

“Hasil negosisasi, Plt Bupati Subang menyetujui agar Depekab melakukan survey KHL dan penetapan UMK Subang tahun 2017 dengan formula 100% KHL + Pertumbuhan Ekonomi + Inflasi. Sementara itu Ketua DPRD Ir. Beni Rudiono berjanji akan memanggil Pansus PERDA Ketenagakerjaan,” kata Esti Setyorini dari Forum Buruh Perempuan Subang.

Berdasarkan pantauan KOTASUBANG.com, aksi buruh ini baru membubarkan diri sekira pukul 18.30 WIB, seusai negosiasi perwakilan Buruh dengan Plt Bupati dan Ketua DPRD Subang.