Buruh Subang : Stop Kriminalisasi Buruh, Tuntaskan Kasus Pungkook!

KOTASUBANG.com, Subang – Ratusan buruh Subang hari ini, Kamis (13/10/2016) kembali turun ke jalan. Dalam aksinya di depan Mapolres Subang, jalan Mayjen Soetoyo, tiga tuntutan utama mereka suarakan, yaitu penolakan terhadap kenaikan UMK yang didasarkan pada PP No. 78, stop kriminalisasi buruh dan mendesak penuntasan kasus penganiayaan buruh dan menuntut segera diwujudkannya Perda Ketenagakerjaan yang pro buruh.

Ketua FSPMI, Suwira dalam orasinya di depan Mapolres Subang juga mendesak Kapolres Subang untuk menuntaskan kasus penganiayaan terhadap anggota FSPMI yang dianiaya ketika hendak menghadiri pembentukan serikat pekerja di PT Pungkook, Pabuaran beberapa waktu lalu. (baca juga : Anggotanya Dianiaya, FSPMI Jabar dan DKI Demo di Subang)

demo-buruh-subang-4“Hingga saat ini hanya 3 orang yang ditetapkan menjadi tersangka kasus penganiayaan tersebut, padahal saksi mata menyatakan lebih dari itu, dan otak pelakunya juga belum ditangkap,” ujarnya.

Suwira juga menyayangkan adanya kasus 2 orang buruh yang dilaporkan oleh atasannya ke Kepolisian.

“Saya prihatin atas adanya kriminalisasi terhadap buruh. Kalau buruh melakukan kesalahan, pasti akan segera ditangkap, tapi kalau pengusaha “menginjak-menginjak” buruh apa yang terjadi?!, Kriminalisasi buruh akan terus terjadi jika kita tidak bergerak” ujarnya.

Mengenai UMK tahun 2017, dengan tegas Suwira menolak pentapan yang didasarkan pada PP No. 78 yang tidak didasarkan pada survey KHL.demo-buruh-subang-3

“Siapapun yang mendukung penetapan UMK berdasarkan PP No. 78 adalah lawan bagi kami!,” tegas Suwira.

Sementara itu Sujono Hermanto dari SPMKB dalam orasinya mendesak DPRD Subang untuk serius menuntaskan Perda Ketenagakerjaan.

“Kita melihat Naskah Akademik Perda yang dibuat tidak mengakomodir draft Perda yang kami buat, kami minta DPRD serius menyelesaikan Perda buruh ini,” ujarnya. (baca juga : Tagih Perda Buruh, Aliansi Buruh Subang Pertanyakan Draft Perda yang Dimiliki DPRD)

demo-buruh-subang-2