Warga LDII Subang Kurban Hampir Senilai Rp 1 Miliar

KOTASUBANG, Subang – Idul Adha merupakan hari raya umat Islam yang paling dinanti. Bagi warga LDII, Hari Raya Idul Adha telah dipersiapkan setahun yang lalu. Mereka menabung dengan catatan yang rinci di setiap Pengurus Anak Cabang (PAC) LDII. Sehingga sesaat menjelang Hari Raya Kurban mereka bisa membeli sapi atau kambing.

“Persiapan setahun sebelumnya merupakan wujud ketakwaan dan keikhlasan. Karena berkurban saat Idul Adha, merupakan amalan yang paling disenangi oleh Allah, mengalahkan amalan jihad fi sabilillah dan setiap bulu dihitung satu kebaikan,” ujar H.Kusnanto,MM Pd, Ketua DPD LDII Subang

Menurut H.Kusnanto, selain merupakan wujud takwa dalam menjalankan ibadah kepada Allah SWT, Idul Adha merupakan momentum untuk meningkatkan kepedulian sosial, saling membantu, dan membahagiakan mereka yang hidup kekurangan. “Bila hari-hari biasa mereka kesulitan membeli protein hewani, di saat Idul Adha daging melimpah ruah, dan semua orang pada hari itu berbahagia menikmati daging kurban, baik yang kaya maupun yang miskin,” paparnya.

“Indonesia adalah bangsa yang membangun peradabannya dengan saling membantu mereka yang tertipa kesulitan, yang kuat membantu yang lemah, yang pandai mengajari yang tak bisa, sehingga tercipta masyarakat madani atau beradab,” lanjutnya.

Sementara itu menurut Sekretaris Panitia Kurban DPD LDII Kab.Subang, panitia memperoleh data hingga 12 September 2016, pukul 12.00 adalah sapi 41 ekor, kambing 39 ekor.

“Total sebanyak 80 ekor hewan qurban. Dengan nilai ekonomi Rp 932.450.000, “Angka ini akan terus naik dan terus berubah hingga hari H,” ujar Fauzi
Seperti biasanya daging kurban tersebut akan diberikan kepada warga di sekitar masjid atau rumah-rumah dan lingkungan tempat pengajian warga LDII. Hal itu disampaikan Ketua DPD LDII H.Kusnanto sesaat setelah shalat Iedul adha di masjid Baitul Huda Cilameri.

Lebih lanjut ia bersyukur insya Allah terjadi kenaikan 30 persen jumlah hewan kurban yang disembelih warga LDII yang terpantau oleh PC-PC LDII di tiap kecamatan. “Ini merupakan bentuk ketakwaan dan keikhlasan dalam beribadah, sehingga warga LDII berlomba-lomba berkurban, yang dagingnya disedekahkan kepada warga sekitar, tegas H.Kusnanto.

Kurban juga sebagai wahana menjalin ukhuwah dengan sesama umat Islam. Mempererat persaudaraan di era global menjadi sangat penting. Karena umat Islam di berbagai pelosok dunia sedang mengalami tekanan ekonomi yang hebat, yang membutuhkan persatuan agar bisa lepas dari krisis ekonomi dunia. “Kurban juga merupakan wujud kepedulian sosial, mereka yang memiliki kelebihan harta bisa berbagi dengan mereka dalam kesenangan menikmati daging,” papar H.Kusnanto.