Elpiji 3 Kg Langka di Subang, Kemana Perginya ?

KOTASUBANG.com, Subang – Sejak akhir Agustus lalu Epiji (LPG) 3 Kg langka dipasaran Subang. Kalaupun ada, harganya dirasakan sangat mahal. Meskipun demikian warga terpaksa membelinya karena kebutuhan, apalagi menjelang hari raya Idul Adha.

“Saya beli Rp 22 ribu per tabung, itu susahnya minta ampun. Buat apa pemerintah menyuruh mengganti minyak tanah ke gas kalau gasnya susah didapat?” keluh Darsim, pemilik warung nasi di Kota Subang.

Hal yang sama juga dialami Ucup, warga Desa Cihambulu, Kecamatan Pabuaran. Ia mengatakan si melon mulai susah didapatkan sejak dua pekan terakhir.

“Saya beli satu tabung harganya Rp 24 ribu per tabung,” kata Ucup kepada Tempo, Sabtu, 10 September 2016

Kelangkaan gas elpiji 3 Kg ini juga menjadi bahan perbincangan di media sosial. Para netizen berharap agar Pemkab segera turun tangan menangani masalah ini.

Merespon banyaknya keluhan netizen mengenai gas Elpiji tersebut, Komandan Distrik Militer (Dandim) 0605 Subang Budi Mawardi Syam yang juga aktif bersocmed memerintahkan anggotanya untuk membantu melakukan pengecekan mengenai ketersediaan gas elpiji tersebut di lapangan.

“Secara garis besar kita sudah mengerti duduk persoalannya. Nanti akan saya sampaikan kepada yang berwenang sebagai bahan masukan. Insya Alloh pada hari Selasa akan diadakan rapat dengan semua pihak setelah saya koordinasi dengan Asda 1 dan beberapa pihak terkait. Mudah-mudahan segera ada solusinya,” tulisnya di akun Facebook pribadinya.

Sementara itu Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswanamigas) Kabupaten Subang Hery Pratikto mengaku bingung dengan kelangkaan gas tersebut. Padahal, pasokan gas dari setiap agen ke pangkalan selalu tepat waktu.

“Kami sudah menerjunkan tim untuk mengetahui akar masalah dari kelangkaan gas tersebut,” ujar Hery seperti dikutip dari Tempo.