Tagih Perda Buruh, Aliansi Buruh Subang Pertanyakan Draft Perda yang Dimiliki DPRD

KOTASUBANG.com, Subang – Ratusan buruh yang tergabung dalam aliansi buruh Subang (ABS) siang ini, Kamis (1/9/2016), melakukan aksi unjukrasa digedung DPRD Subang. Mereka menuntut kejelasan tindak lanjut Perda Ketenagakerjaan yang menurur mereka tidak terlihat progresnya.

Menyambut kedatangan para buruh ketua DPRD Ir. Beni rudiono mengungkapkan bahwa rancangan Perda Ketenagakerjaan terus berjalan, namun dirinya mengakui karena kesibukan DPRD pelaksanaanya sedikit terhambat, diantaranya karena kesibukan dalam rangka memperingati hari kemerdekaan.
“Draft Rapedanya juga sudah ada di DPRD dan pembahasan mengenai Ketenagakerjaan sudah diagendakan tanggal 20 September mendatang,” ujar Ir. Beni Rudiono.
Dani Afgani dari ABS / ketua SPMKB mengaku heran mengenai draft dari Disnakertrans yang masuk ke DPRD. Padahal draft tersebut pernah ditolak serikat di rapat LKS.
“ABS sendiri sebenarnya memiliki draft namun tidak diakomodir. Padahal menurut bagian risalah DPRD ada satu atau du draft tidak jadi masalah karena yang akan menggodoknya adalah tim dari pansus Dewan.” katanya.
Dede Warman ketua komisi IV DPRD mengatakan draft yang  diterima DPRD berasal dari usulan rapat Disnaker dengan badan pekerja termasuk didalamnya usulan dari rekan-rekan buruh.
“Adapun finalnya nanti dalam pembahsan perda kami akan mengundang perwakilan rekan-rekan buruh untuk turut terlibat. jangan khawatir DPRD mendukung yang disuarakan rekan-rekan.” katanya.
14231225_888184537954848_6906984464618776929_o
Namun perwakilan buruh dari ABS yang juga ketua FSPMI Suwira langsung menyanggah pernyataan Dede Warman ketua komisi IV DPRD tersebut.
“Itu draft dari mana ? kita tidak pernah menyetujui ada draft yang ada ditangan DPRD sekarang. Saya juga mengikuti rapat LKS Tripartit tersebut. Ini bukan drfat yang kita inginkan, jangan ada dusta!. Tidak ada draft apapun sebelum ada naskah akademik , ini kekeliruan, tolong diluruskan.” ujarnya.
Sementara itu anggota komisi IV lainnya Nurul Mumin mengungkapkan draft yang ada di DPRD adalah dari hasil naskah akademik independen praktisi, namun menurutnya draft tersebut masih bisa berubah.
“Kita sesuai aturan main tidak ingin membohongi siapapun. Kalau ada penolakan, kalau punya draft dan belum diakomodir silahkan sampaikan draftnya nanti diakomodir. Saya faham, draft dari rekan-rekan di rapat LKS terkesan tidak diakomodir, makannya silahkan disampaikan,”ungkapnya.
Seusai aksi Suwira mengungkapkan jika saja hari ini Aliansi Buruh Subang tidak melakukan aksi ke DPRD terkait Raperda ketenagakerjaan, bisa dipastikan buruh akan mendapatkan Perda yang sama sekali jauh dari harapan para buruh, bahkan bisa merugikan para buruh.
“Bagaimana tidak, ternyata DPRD hanya mendapatkan satu Draft Rapeda yang akan di sampaikan ke Pihak Akademisi untuk di buatkan Naskah Akademik ( NA ) tanpa ada draft sandingan dari kami para buruh, serta draft data hasil Riset TRPIP yang kami sertakan,” jelasnya.

“Padahal draft tersebut sebelumnya sudah saya sampaikan secara resmi pada saat rapat Badan Pekerja di LKS tripatit. Setelah dikonfirmasi, semuanya saling lempar masalah, antara DPRD, pihak Kabag risalah DPRD dan Disnaker” ungkap Wira.

“Dan akhirnya, Kabinawas Disnaker yang baru, meminta kembali data yang pernah di sampaikan ke LKS tripatit dan akan di berikan besok ke DPRD dan pihak terkait. Dan tanggal 6 September DPRD mengundang kembali ABS untuk tindak lanjut aksi hari ini” lanjutnya.