Union Busting dan Percobaan Pembunuhan terhadap Anggotanya, Buruh FSPMI Jabar dan DKI Unjuk Rasa di Subang

KOTASUBANG.com, Subang – Pengusutan kasus penganiayaan dan percobaan pembunuhan terhadap buruh terkesan lamban, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) termasuk Garda Metal FSPMI Jawa Barat dan Jakarta serta Aliansi Buruh Subang (ABS) hari ini Kamis (8/9/2016) menggelar aksi unjuk rasa. Aksi unjuk rasa tersebut dilakukan di depan PT Pungkook Indonesia One, jalan raya Pabuaran dan Polsek Pabuaran.

Dalam orasinya di depan PT Pungkook Indonesia One buruh menuntut pihak berwenang untuk segera menangkap dan mengadili pelaku penganiayaan, dan percobaan pembunuhan terhadap buruh serta para pihak yang terlibat union busting (menghalangi buruh untuk berserikat). Buruh juga menuntut PT Pungkook untuk menjamin kebebasan berserikat bagi buruh yang bekerja diperusahaannya.

Perwakilan buruh kemudian diajak berunding dengan direktur dan manajemen PT Pungkook Indonesia One. Hasilnya, pihak perusahaan berjajnji tidak akan menghalangi pekerjanya untuk membentuk serikat di perusahaannya.

“Pihak perusahaan PT Pungkook tadi mengajak kami berunding dihadiri langsung oleh direkturnya Kun Jae Wun. Dia berjanji akan menjungjung kebebasan berserikat di perusahaannya dan taat pada hukum dan aturan yang berlaku di indonesia. Dirinya juga berjanji perusahaan tidak akan melakukan intimidasi kepada semua anggota serikat pekerja yang telah terbentuk di PT Pungkook (SPAI). Bahkan dia menjanjikan akan memberikan fasilitas kantor bagi serikat pekerja yang telah terbentuk tersebut,” kata Dani Afgani dari SPMKB / Aliansi Buruh Subang.

14192712_655971847913217_3815298369539772533_n

Sementara itu dalam rilis yang diterima redaksi, Rabu malam (7/9/2016) FSPMI menyayangkan lambannya penanganan kasus penganiayaan yang menimpa anggotanya.

“Kami sangat yakin dan tidak meragukan sedikitpun dengan para penegak hukum di negeri ini. Namun yang membuat kami heran sesusah itukah mengungkap tabir kejahatan yang dilakukan disiang hari, dimuka umum. Sedangkan kami sendiri telah membentuk tim investigasi dan mengantongi nama-nama pelaku dan dalang dari semua itu,” tulis rilis dari FSPMI yang diterima redaksi  sebelum digelarnya aksi unjuk rasa.

Seperti tertulis dalam rilisnya, peristiwa penganiayaan dan percobaan pembunuhan terhadap buruh FSPMI tersebut terjadi pada tanggal 3 September 2016. Ketika itu 2 (dua) orang anggota Garda metal FSPMI Kab. Subang yang hendak menuju lokasi pembentukan serikat buruh PT Pungkook Indonesia One dihadang oleh sekelompok orang yang tidak dikenal, 500 meter setelah PT. Pungkook Indonesia One tepatnya di Kampung Baru. Kedua orang tersebut dipukuli oleh sekira 20 orang yang diduga oknum anggota LSM dan oknum anggota karang taruna termasuk oknum diluar Perusahaan. Bahkan satu diantaranya disiram bensin dan hendak dibakar hidup-hidup. Beruntung ada warga yang berani melerai sehingga kedua korban dapat terselamatkan.

Sementara itu kasus yang menimpa buruh Subang ini juga sudah diketahui oleh menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri. Menteri mengatakan bahwa kasus ini termasuk pidana, harus segera ditindaklanjuti Dinasnakertrans Subang serta dilaporkan dan diusut pihak kepolisian.

Ditempat terpisah Wakapolres Subang, Kompol Johanson Sianturi,SIK membantah kalau pihaknya tidak melakukan penanganan kasus tersebut.

“Mereka memang sudah melaporkan kasusnya ke Mapolsek Pabuaran dan kita pun sudah mengamankan terduga penganiayaannya, “katanya.