Keren… Anak Nelayan dari Subang Kibarkan Merah Putih

KOTASUBANG.com, Bandung – Raut tangis campur bahagia terpancar dari 54 wajah anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang telah dikukuhkan oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Mereka akan mengemban tugas mengibarkan bendera duplikat merah putih, dalam rangka peringatan HUT ke -71 RI, tingkat Jabar.

Seperti anak laki-laki berusia 16 tahun ini, terlahir dari keluarga yang sangat sederhana. Adalah Andi Rohandi, seorang anak buruh nelayan asal Kabupaten Subang. Dia lolos seleksi ketat sebagai salah satu Paskibra Jabar untuk bergabung dengan rekan sejawatnya pada upacara Hari Kemerdekaan di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Rabu 17 Agustus 2016.

“Saya bangga, karena ini merupakan perjuangan saya dan persiapan utama saya agar bisa lolos seleksi Paskibra hingga saat ini adalah berdoa, mental dan fisik,” kata Andi saat ditemui di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (16/8/2016).

Andi salah satu murid terbaik jebolan SMK Terpadu Bangun Persada Blanakan, Kabupaten Subang. Menjadi anggota Paskibra Provinsi Jabar menurutnya bukan hal mudah. Banyak yang harus ia tempuh untuk bisa sampai pada tahap pengukuhan. Melalui berbagai tahapan seleksi, mulai dari tes fisik hingga kemampuan akademik telah ia jajal selama berbulan-bulan.

“Saat itu di sekolah banyak yang ikut seleksi ada sekitar 11 orang. Semuanya dikirim ke Kabupaten, di sana saya doang yang lolos. Terus ikut seleksi Paskibraka Nasional, tapi ditempatkan untuk provinsi,” jelas putra keempat dari pasangan Daroji dan Sarkem ini.

Menurut Andi, meraih sesuatu harus memiliki ketekunan, disiplin dan doa. Terlebih semangat yang ia tempuh untuk bisa menjadi yang terbaik dan menjadi bagian Paskibra tahun ini perlu modal kepercayaan diri. Rasa senang dan sakit telah ia lalui. Andi mengaku selama latihan dirinya sempat mengalami sakit pada ibu jari kakinya.

“Pada waktu seleksi dinasional itu kuku kan digunting, rupanya masih ada yang nyisa terus nancap di jempol kaki, luka dan waktu latihan itu terasa banget sakitnya,” ujarnya.

Namun sakit tak Andi rasa demi perjuangan membawa sang merah putih berkibar di langit. Ia bisa menahan rasa ngilu di kaki selama proses latihan di Kota Bandung sejak 1 Agustus 2016. Jerih payah ini tentu berkat dukungan kedua orang tuanya yang bekerja sebagai nelayan. Ia menyadari jika dukungan orang tuanya sangat besar untuk mendorong dirinya ikut tahapan seleksi nasional.

“Jadi orang tua saya dukungan sangat besar dan luar biasa. Mereka mau datang untuk jauh ke Bandung padahal belum pernah ke kota,” ujar Andi.

Selain itu motivasi datang dari guru tempatnya menimba ilmu. Berbagai dukungan moral dan finansial menjadi modal yang cukup hingga Andi bersabuk berwarna hijau atau tanda telah dikukuhkan menjadi anggota Paskibra Jabar.

“Selama latihan saya mengisi posisi tengah dari pengambilan bendera, saya diletakan di posisi delapan tapi posisi tengah,” kata Andi.

Targetnya setelah pengukuhan dirinya sebagai Paskibra, Andi akan mengejar cita-citanya untuk masuk Akademi Militer (Akmil). Semangat! (detik)