Pemkab Subang Harus Miliki Perbup Produk Unggulan dan Sistem Inovasi Daerah

KOTASUBANG.com, Subang – Sebagai daerah agraris, Kabupaten Subang memiliki banyak komoditas unggulan. Selain tentu saja padi dan nanas, masih ada lagi komoditas yang berpotensi menjadi unggulan daerah, seperti rambutan, manggis, singkong, ikan dan beberapa komoditas lainnya. Dari komoditas tersebut kemudian juga bisa diciptakan produk-produk yang kemudian akan menjadi produk unggulan daerah.

Meskipun di Subang saat ini telah ada komoditas dan produk-produk yang diunggulkan seperti olahan nanas, namun saat ini Pemkab belum memiliki kebijakan tentang pengelolaan produk unggulan daerah tersebut. Padahal hal ini sangat penting untuk keberlanjutan produk unggulan tersebut.

Pemerintah Daerah Kabupaten Subang sudah saatnya memiliki Perbup yang mengatur tentang pengelolaan produk unggulan daerah, yang merupakan turunan dari Permendagri. Demikian diungkapkan Gugyh Susandy, SE, MSi dari LPPM STIESA yang juga pegiat Tim Relawan Pengkaji Informasi Publik (TRPIP) ketika didaulat menjadi narasumber pada diskusi mengenai Efek Patimban dan Kluster Produk Unggulan Daerah yang digelar oleh Bappeda di kampus STIESA, Rabu (3/8/2016) lalu. 

Lebih jauh dari itu menurut Gugyh,  Subang melalui Bappeda seyogyanya menyusun road map Sistem Inovasi Daerah (SIDa ) yang didasari oleh peraturan bersama Kemendagri dan Kemenristekdikti.  SIDa adalah keseluruhan proses dalam satu sistem untuk menumbuhkembangkan inovasi yang dilakukan antarinstitusi pemerintah, pemerintahan daerah, lembaga kelitbangan, lembaga pendidikan, lembaga penunjang inovasi, dunia usaha,dan masyarakat di daerah

“Hal ini penting diprioritaskan mengingat lembaga pemerintahan adalah organisasi publik yeng memiliki nature highly regualted. Melalui pembenahan regulasi dan SIDa diharapkan nanti terjadi sinergi antar SKPD dan sinergi antara Goverment, Academic, Business dan Community dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat berbasis komoditas / produk unggulan daerah. Adanya suatu kluster inovasi menjadi syarat utama bagi terciptanya kluster potensi/produk unggulan daerah” jelas Gugyh.

Sumber daya alam yang dimiliki Kabupaten Subang tidak akan memiliki daya saing jika hanya sebatas menghasilkan bahan baku saja, akan tetapi jika sumberdaya alam tersebut diolah menjadi suatu produk unggulan dengan inovasi akan lebih memiliki daya saing. (baca juga : Kemenristek Dikti Gelar Lokakarya Strategi Penguatan Sistem Inovasi Daerah di Subang).

Berita Terkait: