KPK Panggil Kepala Badan Kepegawaian Daerah Subang

KOTASUBANG.com, Jakarta – Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Subang Nina Herlina dipanggil oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan tersangka Bupati Subang, Ojang Sohandi.

“Yang bersangkutan akan dimintai kesaksian untuk tersangka OJS,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat (29/7/2016).

Bersama Nina, penyidik juga memanggil Ojang sebagai tersangka atas kasus yang tengan menjeratnya. “OJS akan dimintai keterangan sebagai tersangka,” kata dia.

Dugaan menguat Nina mengetahui terkait dengan pembelian, pentransferan, serta aliran uang Ojang yang berasal dari tindak pidana. Sebab, diperiksanya seorang saksi lantaran dianggap mengetahui, mendengar atau melihat peristiwa tindak pidana.

Priharsa mengaku belum tahu apa yang akan dikonfirmasi penyidik terhadap Nina. “Kalau materi penyidikan saya belum dikasih tahu,” papar dia.

Diketahui, Ojang merupakan salah satu pihak yang ditangkap KPK pada beberapa waktu lalu karena diduga telah melakukan suap. Ojang bersama Lenih Marliani dan jajang Abdul Kholik diduga telah memberikan suap kepada dua Jaksa pada Kejati Jabar, Devianti Rochaeni dan Fahri Nurmallo.

Suap diberikan agar Ojang tidak terseret perkara dugaan korupsi dana kapitasi pada program Jamkesnas pada Dinkes Kabupaten subang TA 2014 yang ditangani Kejati Jabar.

Namun tidak hanya disangka melakukan tindak pidana suap dan menerima Gratifikasi, Bupati Subang, Ojang Sohandi kini dijerat dengan tindak pidana pencucian uang oleh penyidik KPK.

Sprindik pencucian uang Ojang dikeluarkan oleh KPK sejak tanggal 25 Mei 2016. Ojang disangka telah melanggar Pasal 3 dan atau 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.

Saat ini, penyidik masih terus mendalami aset-aset milik Ojang yang diduga didapat dari hasil korupsi. Sampai sejauh ini, sejumlah mobil mewah milik Ojang telah disita KPK.

Penyidik telah menyita sejumlah aset Ojang, antara lain satu unit mobil Toyota Camry, dua unit mobil Jeep Wrangler Rubicon, dua unit mobil Toyota Vellfire, satu unit mobil Mazda CX-5, satu unit sepeda motor trail, satu unit motor Harley Davidson, serta satu unit Yamaha ATV.

Selain itu, tim penyidik juga menyita 30 ekor sapi serta dua unit excavator, yang diduga masih terkait dengan pencucian uang Ojang. Sapi-sapi yang disita masih di peternakan di Subang, sementara excavator dititipkan di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) di Indramayu. [inilah]

 

Artikel Terkait:

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here