Menengok Pameran Museum Nasional Pada Festival Titim Fatimah di Wisma Karya

KOTASUBANG.com, Subang – Bersamaan dengan Festival sinden Titim Fatimah yang digelar dalam rangka memperingati HUT Paguyuban Pasundan yang ke-103 digelar pula Pameran Museum Nasional di Aula Wisma Karya. Lima museum mengikuti pameran tersebut, terdiri dari empat museum yang ada di Jawa Barat dan satu museum dari Yogyakarta. Kelima museum tersebut adalah, Museum Konperensi Asia Afrika, Museum Pendidikan UPI dan Museum Sribaduga Bandung, Museum Pleret Yogyakarta dan tuan rumah UPTD Museum Daerah Subang.

Museum KAA menampilkan grafis mengenai pelaksanaan Konferensi Asia Afrika dan peringatan hari jadi KAA. Pengunjung juga diajak lebih jauh mengenal Konferensi Asia Afrika melalui tayangan audio visual. Di sebelah stand Museum KAA ada museum Pendidikan UPI. Di Sebelah museum Pendidikan pengunjung bisa melihat foto-foto sarana pendidikan rakyat Indonesia tempo dulu. pengunjung juga diajak lebih jauh mengenal tokoh pendidikan perempuan Jawa Barat yaitu Raden Dewi Sartika.

festival titim fatimah 2festival titim fatimah 1

Sementara in stand Museum Sribaduga pengunjung bisa melihat beberapa alat musik khas daerah Jawa Barat, diantaranya ada tarawangsa dan Toleat alat musik khas Subang. Ditampilkan pula beberapa seni kriya yang diciptakan para leluhur Jawa Barat.

Di stand Museum Daerah Subang, pengunjung diajak untuk lebih mengenal legenda sinden Subang Titim Fatimah. Selain ditampilkan grafis mengenai profil sinden legendari tersebut, dipamerkan pula berbagai aksesoris yang biasa digunakan Titim Fatimah tampil, seperti kebaya, giwang hingga jam tangan dan kacamata gaya asli milik Titim Fatimah semasa hidup. Di tampilkan pula grafis mengenai sejarah Paguyuba Pasundan di Subang.

festival titim fatimah
Koleksi museum Sribaduga Bandung, salah satunya Toleat alat musik khas Subang

festival titim fatimah 3festival titim fatimah 5

Peserta pameran paling jauh yaitu Museum Pleret yang berasal dari Yogyakarta. Di stand pamerannya museum pleret menampilkan berbagai peninggalan kerajaan di Yogyakarta. Diantaranya terdapat jenis batu bata yang digunakan untuk pembangunan kraton di Yogyakarta. Ditampilkan pula grafis mengenai sejarah kesultanan DIY hingga saat ini.

Pameran museum nasional ini akan berlangsung 17 – 20 Juli 2016. (baca juga :  Paguyuban Pasundan Subang Prakarsai Kembali Festival Titim Fatimah)

Artikel Terkait:

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here