Miris, Hak THR Ratusan Buruh Salah Satu Perusahaan di Subang Tak Diberikan

KOTASUBANG.com, Subang – Malang nian nasib buruh PT SEOK HWA INDONESIA di Kabupaten Subang, setelah mereka melakukan semua kewajibannya kepada perusahaan, menjelang hari raya dimana karyawan perusahaan lain tengah bersiap menerima THR, karyawan perusahaan ini siap-siap gigit jari karena perusahaan sudah mengatakan angkat tangan dan tak akan membayarkan THR. Hal itu tertera dalam secarik pengumuman tertanggal 20 Juni 2016 yang ditandatangani  Mr. KIM MIN HO sang presiden Direktur perusahaan.

Dalam secarik pengumunan itu tertulis, selain tidak akan memberikan THR, perusahaan ini kadang-kadang membayarkan gaji mundur dan kadang dibayarkan dua kali sekaligus dengan alasan kurangnya hasil dan target.

“Begitu pula dengan THR tahun 2016 ini, perusahaan tidak memiliki uang untuk melakukan pembayaran THR (tidak ada pembagian tunjangan hari raya idul fitri tahun 2016),” seperti tertera dalam surat pengumuman tersebut.

Dengan adanya pengumuman tersebut, hari ini ratusan buruh PT SEOK HWA INDONESIA melakukan aksi mogok kerja. Sementara itu mengetahui kejadian ini konsulat cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) langsung mengambil tindakan. Pertama, FSPMI melayangkan surat kepada Muspida Subang yang isinya berupa himbauan kepada Muspida untuk segera menindaklanjuti kejadian ini dan khusus kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Subang dihimbau untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai lembaga negara yang terkait langsung dengan ketenagakerjaan dengan segera karena ratusan buruh tidak mendapatkan haknya.

IMG-20160621-WA0006

Menurut ketua FSPMI Suwira, harus ada pembuktian secara perdata kalau memang perusahaan tidak mampu membayar THR.  Itu pun harus diberitahukan oleh perusahaan kepada Dinas Tenaga Kerja dan serikat pekerja. Hal itu dimaksudkan agar Pemda Subang bisa mengambil langkah-langkah penyelesaian sebelum mendekati hari raya.

“Perlu diketahui, bahwa pengajuan kepada Dinas terkait ketidakmampuan perusahaan akan pemberian THR terhadap pekerjanya harus di sampaikan minimal 2 bulan sebelum batas waktu pembayaran THR di berikan,” ujarnya.

“Dan apabila itu sudah di lakukan, maka kami sebagai serikat pekerja bisa memakluminya, tapi dengan tidak membiarkan perusahaan untuk tetap tidak membayar THR, karena masih ada upaya lain yang perusahaan bisa lakukan dengan meminta kebijakan kepada pemerintah untuk mencari solusi terkait THR yang harus di berikan,” jelasnya.

Setelah melayangkan surat, FSPMI dengan serikat pekerja lainnya akan menggelar aksi lanjutan memperjuangkan hak para buruh tersebut.

 

Berita Terkait: