Rembug V #SubangBARU di Cijambe ; Percepat Pembentukan BPBD !

KOTASUBANG.com, Subang – Peristiwa banjir bandang di Cisalak beberapa minggu lalu menjadi tamparan keras bagi Pemkab Subang. Bagaimana tidak, hingga bencana di Cisalak itu terjadi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Subang belum juga terwujud. Padahal menurut pegiat lingkungan Iis Rohaeti,  Pemkab Subang perlu untuk segera membentuk BPBD mengingat Subang sebagai daerah rawan bencana.

Hal tersebut diungkapkan pegiat lingkungan lainnya, Bagea Nugraha. Menurutnya aktivis lingkungan dan masyarakat sudah mengingatkan Pemkab untuk membentuk BPBD sejak peristiwa bencana di Ciater beberapa tahun silam. Namun hingga saat ini BPBD itu tak pernah terealisasi. Dirinya khawatir bencana banjir bandang Cisalak juga hanya akan sekedar mencuatkan kembali wacana pembentukan BPBD saja tanpa adanya realisasi.

“Padahal hanya tinggal beberapa Kabupaten saja di Jawa Barat yang belum memiliki BPBD, termasuk Subang yang rawan bencana.” ujarnya.

Perlu segera dibentuknya BPBD di Subang menurut pegiat lingkungan dari Japrat, Hadi Wibowo, selain karena Subang merupakan daerah rawan bencana alam alami juga rawan bencana karena buatan manusia, diantaranya karena dampak alih fungsi lahan secara besar-besaran baik di utara, tengah maupun selatan Subang.

IMG-20160619-WA0002

Mandegnya realisasi pembentukan BPBD tersebut menjadi salah satu topik bahasan pada Rembug Publik V gerakan #SubangBARU bersama Tim Relawan Pengkaji Informasi Publik (TRPIP) yang digelar di desa Cirangkong, Kecamatan Cijambe, Sabtu (18/6/2016). Pada acara rembug yang mengambil tema lingkungan dan pertanian tersebut, para peserta rembug yang terdiri dari aktivis lingkungan, para petani, buruh pabrik, mahasiswa dan masyarakat sepakat adanya percepatan pembentukan BPBD di Subang.

“Rencananya akan ada pertemuan dengan para ahli dan pihak berkompeten untuk meminta masukan dan berbagi pengalaman daerah lain dalam membentuk BPBD, terutama Bandung dan Jawa Barat. Pertemuan tersebut akan dilaksanakan di Subang (mungkin di Sukakerti Cisalak), sekaligus untuk mendorong rekonstruksi pasca bencana di sana,” kata pegiat TRPIP Yanu Endar Prasetyo seusai acara rembug.

“Intinya Gerakan #SubangBARU akan mendorong sepenuhnya pembentukan BPBD Kabupaten Subang dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, dibantu oleh aktivis lingkungan, petani, buruh dan masyarakat lainnya,”  tegas H. Ade Mulyana, S.Ag, M.Pd, salah seorang pendiri TRPIP.

Berita Terkait: