Terkait Bendung Leuwinangka Petani Pagaden Barat Duduki Gedung DPRD Subang

KOTASUBANG.com, Subang – Ada pemandangan berbeda di gedung DPRD Subang, Senin (23/5/2016) siang ini. Gedung tempat wakil rakyat bersidang itu, hari ini “diambilalih oleh rakyat sebagai pemiliknya, yaitu para petani Kecamatan Pagaden Barat. Lebih dari seratus petani kecamatan Pagaden Barat itu mengadukan nasibnya karena sudah lebih dari empat tahun mereka tidak bisa mencari nafkah dengan nyaman karena tak kunjung selesainya bendung Leuwinangka sebagai sumber pengiran sawah mereka.

Sebelumnya bulan lalu mereka juga telah berembug atas inisiasi Danramil 0605 Subang di desa Cidadap. Ketika itu mereka menyepakati memberikan waktu selama 3 minggu kepada BBWS sebagai penanggungjawab bendung Leuwinangka untuk dapat mengalirkan air ke sawah warga. Tepat di minggu ketiga air bisa mengalir ke sawah warga namun tak lebih dari seminggu, beberapa hari kemudian tanggul sementara yang dibuat jebol lagi.

“Para pejabat yang waktu itu ada di Cidadap harusnya malu, mungkin juga mereka malu hari ini tidak hadir bersama kita.  Masyarakat dari dulu sudah menyarankan untuk memasang paku bumi, namun  pemerintah selalu beralasan susah memasangnya,” katanya.

IMG_20160523_105813_HDRIMG_20160523_105716_HDR

Sahidin petani desa munjul mengatakan warga Munjul sudah tak ingin mendengar janji tektek bengek dari siapapun.  “Kami sudah empat tahun sengsara. Harusnya pihak terkait bisa berpikir kenapa bronjongnya jebol lagi – jebol lagi. Menurut kami yang bodoh solusinya gampang, turunkan duit (anggaran), belikan paku bumi terus bagi jadwal air,” katanya.

Kusman, petani desa Balingbing mengungkapkan keheranannya dimana perbaikan bendung Leuwinangka selalu dilaksanakan pada musim hujan yang akibatnya selalu tidak maksimal perbaikannya karena tanggul sementaranya selalu jebol.

“Cobalah diperbaiki di musim kemarau,” tegasnya.
“Intinya bagaimana caranya sekarang air mengalir dan tidak jebol lagi. Tanggung jawab pemerintah termasuk DPRD sehingga bagaimana caranya pada musim sekarang bendungnya tak jebol lagi,” lanjutnya.

IMG_20160523_105602_HDR

Sementara itu Lutfi Isror Al-Farabi dari komisi 2 DPRD mengaku pihaknya sudah sekitar 8 kali menemui BBWS terkait hal ini.

“Anggota komisi 2 akan dijadikan ini sebagai PR utama. Besok juga kami akan surati dinas teknis terkait untuk penyelesaiannya termasuk normalisasi irigasi. Terkait irigasi kami sudah memiliki Perda no 11 tahun 2011, namun entah mengapa hingga saat ini Pemkab belum juga membuat Perbupnya.” katanya.

Ketua Himpunan Petani Pagaden Barat yang juga koordinator aksi H. Ade Mulyana, S.Ag., M.Si., mengatakan intinya petani Pagaden Barat menanti turun tangan Pemerintah daerah untuk penyelesaian Bendung Leuwinangka dan tidak lepas tangan begitu saja kepada pihak lain.

Dalam rembug tersebut disepakati pelaksanaan rembug berikutnya Jumat mendatang dengan mengundang kembali seluruh pihak terkait atas undangan DPRD Subang.

Berita Terkait: