7 Hal Yang Mungkin Anda Tak Ketahui Sekitar Curug Cileat

KOTASUBANG.com, Subang – Subang selatan dianugerahi panorama alam yang luar biasa. Curug-curug atau air terjun inidah menghiasi tebing-tebingnya mengundang siapapun untuk mengunjunginya. Salah satu curug di Kecamatan Cisalak yang sering dikunjungi adalah Curug Cileat. Medan yang lumayan berat tak menyurutkan pengunjung untuk berkunjung ke curug ini. Butuh waktu sekitar 2.5 jam untuk bisa mencapai curug ini dari kampung terdekat yaitu kampung Cibago, Desa Mayang. Terdapat 3 curug lainnya yang akan dilewati ketika menuju curug Cileat, yaitu Curug Citorok, Curug Cimuncang lebak dan Curug Cimuncang Pasir. Dibalik keeksotisannya curug Cileat memiliki beberapa cerita yang mungkin Anda tidak mengetahuinya.

cimuncang pasir cileat subang 1

Perkemahan di Cimuncang Pasir

cimuncang pasir cileat subang 2

Pesawahan di Cimuncang Pasir

cimuncang pasir 3 cileat 1

Pagi di Cimuncang Pasir

  1. Curug Cileat adalah curug tertinggi dan terbesar di Kabupaten Subang. Curug ini tingginya lebih dari 100 meter. Saking tinggi dan deras aliran airnya, Anda masih akan basah kuyup jika berdiri 100 meter dari curug tersebut.
  2. Aliran Curug Cileat berhulu di gunung Bukit Tunggul, sama dengan hulu aliran sungai Cikapundung yang mengalir ke arah Bandung. Aliran sungai Cikapundung merupakan salah satu anak sungai kemudian masuk ke aliran sungai Citarum. Sedangkan aliran curug Cileat merupakan anak sungai yang membentuk sungai Cipunagara.
  3. Konon, nama curug Cileat berasal dari kata “tiporeat” atau terjatuh. Menurut warga ini berasal dari sebuah legenda dua orang pangeran yang berlomba mencapai laut dari puncak gunung bukit tunggul. Seorang pangeran berlari ke arah utara kemudian “tiporeat”/terjatuh di sana dan membawanya lebih dahulu sampai ke laut. Sedangkan pangeran yang satu lagi mengarah ke selatan yang membuatnya kalah dan pundung, itulah konon katanya tersebutlah sungai Cikapundung.
  4. Sejak zaman penjajahan dulu, curug Cileat sudah menjadi tempat wisata para tentara Belanda. Konon, para serdadu ini biasanya datang berombongan menuju curug Cileat. Jalur menuju curug Cileat yang digunakan jaman dulu sedikit berbeda dengan jalur yang digunakan saat ini.
  5. Dari jaman prasejarah, daerah sekitar curug Cileat sudah ditinggali manusia prasejarah. Hal ini berdasarkan temuan benda prasejarah di pesawahan sekitar curug Cileat. Benda-benda prasejarah itu ditemukan pada masa penjajahan Belanda. Menurut warga, ketika itu Belanda membuat kamp ekskavasi di beberapa lokasi di sana.
  6. Di puncak curug Cileat terdapat tumpukan batu-batu, warga mempercayai tumpukan batu itu adalah makam Eyang Ali atau Mbah Jaga Pohara. Namun belum diketahui siapa sebenarnya Eyang Ali tersebut. (baca juga : Terjebak Kabut di Hutan Jamuju Puncak Curug Cileat)
  7. Di Cimuncang Pasir, pesawahan terakhir sebelum Curug Cileat, dahulu terdapat sebuah perkampungan. Namun sejak persitiwa DI/TII perkampungan tersebut ditinggalkan penghuninya. Sekarang tempat perkampungan tersebut kerap digunakan sebagai lokasi camping para wisatawan yang berkunjung ke Cileat. (baca juga : Bermalam di Cimuncang Pasir, Curug Cileat)
    cileat subang

    Curug Cileat

    curug cileat subang

    Curug Cileat