Giliran Gedung DPRD Subang Digeledah KPK

KOTASUBANG.com, Subang – Setelah Bupati Subang Ojang Sohandi ditetapkan sebagai tersangka dan menyusul digeledahnya beberapa kantor dan dinas, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah Gedung DPRD Subang di Jalan Dewi Sartika, Kamis (21/4/16) sore.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, Satgas KPK yang berjumlah 7 orang datang ke DPRD dengan 2 kendaraan dan langsung menuju 4 ruang sekretariat serta 2 ruang pimpinan serta melakukan penggeledahan dan penyegelan.

Ruangan yang digeledeh yaitu ruang Sekretaris Dewan, Ruang Bagian Umum, Bagian Risalah dan Bagian Keuangan. Sementara dua ruangan pimpinan yang digeledah adalah ruang Ketua DPRD dan ruang Wakil Ketua Hendra Purnawan.

Sebelum menggeledah, sejumlah ruangan sempat disegel dan dijaga apara kepolisian. Sementara penghuninya keluar ruangan dan ruangan yang dianggap selesai tidak disegel.

Ditemui saat menunggu ruangannya di geledah, Ketua DPRD, Ir.Beni Rudiono membenarkan kalau sejak siang tim KPK melakukan penggeledahan, termasuk ruangan dirinya.

“Semua ruangan digeledah, termasuk ruangan saya dan satu ruangan wakil pimpinan. Kita kooperatif. Kalau bicara hukum kita hormati,” katanya kepada wartawan.

Selain gedung DPRD,  Satgas KPK  pada waktu yang bersamaan melakukan penggledehan ke Dinas Pedapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Subang yang berada di area Pemkab Subang, serta dinas lainnya.

Selain itu, ada beberapa pejabat di Subang yang sudah dimintai keterangan dengan menggunakan tempat sementara di Mapolres Subang.

Usai melakukan penggeledahan hingga pukul 17.00 WIB, Satgas KPK memboyong 2 koper ke dalam mobilnya dan diduga terkait penanganan korupsi BPJS 2014 dan yang dianggap perlu.

“Saya sendiri menandatangi hasil penggeledahan dan ada beberapa poin yang dibawa, termasuk APBD 2014,“ ungkap Ketua DPRD Ir.Beni Rudiono sambil mengaku belum mengetahui jelas kasus yang sedang ditangani KPK dengan penggeledahan ruang kerjanya.

Dirinya menyatakan siap bila sewaktu-waktu dirinya dipanggil untuk dimintai keterangan,
“Pokoknya kita hormati dan akan kooperatif kalau dipanggil sewaktu waktu oleh KPK,” tambahnya. (galamedia)