Petani Pagaden Barat Tunggu Komitmen BBWS, 3 Minggu Lagi Air Harus Mengalir Ke Sawah

KOTASUBANG.com, Pagaden Barat – Ratusan petani kecamatan Pagaden Barat dan sekitarnya Rabu sore (20/4/2016)  telah melaksanakan dialog mengenai Bendung Leuwi Nangka dengan Muspida Kabupaten Subang di kantor desa Cidadap, Pagaden Barat. Hadir pula dalam kesempatan tersebut Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum dan pelaksana proyek Bendung Leuwi Nangka. Sedianya, ratusan petani ini akan melakukan aksi unjuk rasa 22 April mendatang terkait tak kunjung selesainya bendung yang merupakan sumber air bagi sawah mereka. Namun atas inisiasi Kodim 0605 Subang, Muspida dan pihak terkait diajak menemui para petani untuk berdialog langsung di Pagaden Barat.

“Kami akan paling depan bela kepentingan petani, makanya semua pihak saya panggil hari ini. Saya paling keras dalam hal ini. Namun  sambil menunggu perbaikan yang jebol, yang penting sekarang bagaimana caranya kita bisa menyediakan air untuk petani,” tegas Dandim 0605 Subang Letkol Inf. Budi Mawardi Syam.

dialog leuwi nangka subang

Dandim 0605 Subang Letkol Inf. Budi Mawardi Syam menginisiasi dialog Petani, Muspida dan BBWS terkait bendung Leuwi Nangka

Dandim menilai tahapan pembangunan bendung Leuwi Nangka ini harus dilaksanakan secara nyata dan jelas sehingga progesnya dapat dilihat langsung oleh petani. Menurutnya keberadaan bendung ini sangat strategis untuk pencapaian swasembada beras apalagi pihaknya juga sudah memiliki MOU dengan Dinas Pertanian untuk menyukseskan program tersebut.

“Pengairan yang baik tentunya produktivitas akan baik,  kita harus menanta mulai dari infrastruktur, cocok tanam hingga panen, tujuan utama kita swasembada seperti di perintahkan oleh presiden.  Dan saya siap membantu, kehadiran kami untuk kepentingan masyarakat,” katanya.

IMG_20160420_153045_HDR_1461207271825(2)

H. Ade Mulyana menjadi moderator jalannya dialog

Wakil Bupati Subang Imas Aryumningsih yang juga hadir dalam dialog tersebut mengungkapkan kewenangan anggaran untuk perbaikan bendung Leuwi Nangka tersebut berada di pemerintah pusat melalui BBWS. Pihaknya juga berharap perbaikan bendung Leuwi Nangka dapat ini segera diselesaikan.

“Intinya yang penting mah sekarang, petani mau nyawah, cai kudu aya, ini yang harus dipikirkan sekarang,” katanya.

Dalam dialog tersebut pihak BBWS mengungkapkan, pihaknya juga sudah berupaya semaksimal mungkin untuk dapat menyelesaikan proyek bendung Leuwi Nangka tersebut. Namun pada prosesnya ternyata banyak mengalami kendala dari faktor alam dan kondisi di lapangan tidak memungkinkan untuk perbaikan dalam waktu cepat, katanya.

“Kami tak menjanjikan akan selesai kapan, tapi akan terus berupaya melakukan perbaikan. Untuk bisa mengalirkan air kita atasi dulu longsoran-longsoran di sekitarnya. Lokasi longsoran ini sangat kritis, jadi perlu hati-hati. Di sana kami akan pasang beberapa jumbo bag dengan berat masing-masing 1 ton dan ini akan memakan waktu kurang lebih 4 minggu,” katanya.

Menanggapi hal ini para petani mengungkapkan, waktu 4 minggu perbaikan tanggul sementara terlalu lama untuk mereka memulai tanam, karena petani memiliki agenda tanam yang tak bisa ditunda.

“Kami memiliki agenda tanam, jika kami telat memulai tanam di khawatirkan nanti keburu musim kemarau. Air kan akan semakin sulit dan kemungkinan akan gagal panen. Kalau kemudian kami gagal panen, siapa yang mau tanggung jawab?,” kata salah seorang petani.

dialog petani leuwi nangka

Foto bersama seusai dialog

Setelah dialog cukup alot akhirnya disepakati, pihak BBWS akan berupanya menyelesaikan pemasangan jumbo bag dan sand bag untuk bisa mengalirkan air dalam waktu 3 minggu.

Bendung Leuwi Nangka jebol pada tahun 2011, hingga saat ini perbaikan bendung tersebut tidak pernah benar-benar tuntas karena berulang kali jebol. Petani mengherankan perbaikan bendungan yang mengairi 4.387 hektare di wilayah Kecamatan Subang, Pagaden dan Kecamatan Pagaden Barat yang kerap kali ambrol.

“Padahal ini kan sudah zaman modern, jaman belanda saja bisa membangun Bendung Leuwi Nangka kuat puluhan tahun, masa sekarang tidak. Kalau waktu perbaikannya terkendala musim hujan, kenapa tidak dipercepat waktu musim kemarau?,” katanya.

.

  • Mudah – mudahan saja pihak BBWS memasang jumbo bag tepat waktu dan tepat janji sehingga 3 minggu lagi air harus mengalir kesawah …. Soalnya hari ini saya dah mulai semai benih di pawinian :)