Rembug Publik #SubangBARU; Reformasi Birokrasi Jadi Sorotan

KOTASUBANG.com, Subang – Puluhan peserta yang terdiri dari komunitas, birokrasi, mahasiswa dan organisasi kepemudaan, Sabtu sore (1/4/2016) mengikuti Rembug Publik #SubangBARU yang diinisiasi oleh Tim Relawan Pengkaji Informasi Publik (TRPIP) di kampus STIE Sutaadmadja.

Dalam acara rembug publik 1 ini, para peserta rembug sepakat pentingnya dilakukan reformasi birokrasi yang menyeluruh mulai dari level Pemda hingga ke desa-desa. Mereka berharap adanya pembenahan secara kultural maupun struktural untuk #SubangBARU yang lebih baik dan transparan.

Peserta rembug Fauzan Faruqi Fasya dari Gerakan Pemuda Islam Indonesia mengatakan adanya peristiwa hukum yang menjerat Bupati Subang berturut-turut harus dijadikan pelajaran jangan sampai terulang kembali.

“Penyebabnya adalah kultur birokrasi yang ada saat ini. Ini harus diperbaiki dengan reformasi birokrasi.” ujarnya.

Sementara itu dosen Universitas Subang yang juga PNS Pemkab Subang Tita Terista mengatakan, saat ini banyak sekali Pekerjaan Rumah yang harus dibenahi dalam penyelenggaraan pemerintahan. Adanya ketidakpatuhan pada Undang-undang dan lemahnya sistem pengawasan daerah merupakan hal utama yang perlu dibenahi.

IMG_20160416_153213_HDR IMG-20160416-WA0030

“Kunci perbaikan ada pada Birokrasi. Perlu adanya pendekatan “Struktural”. Dengan demikian pegawai yang tidak idealis pun bisa “terpaksa” ikut idealis,” kata Tita.

Selain menyoroti pentingnya reformasi birokrasi secara menyeluruh (kultural dan  struktural) para peserta rembug juga berharap adanya perbaikan komunikasi politik antara elit dan grassroots dan adanya edukasi politik kepada pemilih dalam Pilkada.

Yanu Endar Prasetyo dari TRPIP mengatakan rembug publik pertama ini digelar untuk mendengarkan masukan dari berbagai komunitas terkait gagasan mereka mengenai #SubangBARU harapan mereka. Gagasan-gagasan ini kemudian akan dijadikan bahan penyusunan pernyataan sikap “Manifesto Perubahan”.

Sementara itu pegiat TRPIP lainnya Gugyh Susandy mengungkapkan selain input data primer dari publik, Manifesto perubahan sebagai sebuah perencanaan memerlukan audiensi dengan berbagai pihak seperti birokrat, teknokrat, akademisi, NGO, Parpol, Ormas dan OKP. Ke depan pihaknya akan beraudiensi dengan berbagai pihak tersebut.

subang baru Subangbaru

“Informasi, data, ide atau gagasan tentang Subang ke depan yang diperlukan untuk Manifesto Perubahan dapat pula dikumpulkan melalui aplikasi sosmed dengan tagar #SubangBARU,” ungkapnya.

Gugyh juga mengatakan kajian sekunder baik literatur maupun best practice sedang dilaksanakan terkait topik E-Budgeting, Sistem Penilaian Kinerja Pegawai, Sistem Monevin dan penjaminan mutu, iklim investasi, Public Private Partnership, Revitalisasi NGO/LSM, Crisis Center dan Future Leader.

“Muaranya pada 3 hal yaitu, kepatuhan para policy makers, keterlibatan stakeholder dan kepemimpinan masa depan,” lanjutnya.

Rencananya rumusan langkah strategis berikutnya akan dibahas pada rembug 2 dan 3 yang kemudian akan diakhiri dengan Manifesto Perubahan 1 Mei mendatang.