KPK : Bupati Subang Ditetapkan Sebagai Tersangka

KOTASUBANG.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini Selasa, (12/4/2016) pukul 12.20 WIB akhirnya menjelaskan status Bupati Subang Ojang Sohandi dalam sebuah konferensi pers yang digelar di gedung KPK Jakarta. Ketua KPK Agus Rahardjo dalam jumpa pers di kantor KPK, menjelaskan bahwa Ojang Sohandi, Bupati Subang, terlibat dalam kasus suap jaksa untuk kasus korupsi dana Bantuan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dilingkungan Pemerintah Kabupaten Subang. Bersama Ojang turut pula ditetapkan sebagai tersangka 2 PNS di lingkungan Pemkab Subang dan 2 dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

“Dari hasil gelar perkara kami menetapkan lima orang sebagai tersangka. Ada PNS berinisial LM dan YAH yang juga dijerat dengan pasal yang sama yakni Pasal 5 ayat 1 huruf a dan b dan atau Pasal 13 UU Tipikor” ujar Ketua KPK Agus Rahardjo dalam konferensi pers di kantornya, Jl Rasuna Said, Jaksel, Selasa (12/4/2016) seperti dilansir detikcom.

Agus Rahardjo mengatakan Ojang memberikan suap untuk mengamankan dirinya agar tidak terseret kasus korupsi dana BPJS yang kini tengah dalam proses sidang.

“Uang suap sebesar Rp 528 juta berasal dari OJS, Bupati Subang. Tujuannya untuk meringankan tuntutan untuk terdakwa lain dan untuk mengamankan OJS agar tidak tersangkut kasus tersebut,” katanya.

Bupati Ojang ditangkap KPK, Senin siang kemarin (11/4/2015), sesaat sebelum menghadiri rapat paripurna di gedung DPRD Subang. Akibat penangkapan tersebut rapat paripuna pun akhirnya ditunda.

Sebelumnya KPK berhasil melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap dua jaksa di lingkungan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat dan seorang PNS Pemkab Subang, senin pagi. Dari OTT tersebut penyidikan kemudian mengarah kepada Bupati Subang Ojang Sohandi. Hingga kemudian senin siang KPK menggiring orang nomor 1 di Kabupaten Subang tersebut ke kantor KPK Jakarta.

Senin sore KPK juga menggeledah kantor Bupati Subang dan mengamankan dokumen-dokumen penting dari ruangan Bupati. Bukan hanya kantor Bupati, penggeledahan juga dilakukan di kantor Badan Penanaman Modal dan Perizinan (BPMP), Dinas Kesehatan dan rumah kediaman Bupati Ojang Sohandi.