Kuota Buruh Laki-laki dan Perempuan Harus Diatur

KOTASUBANG.com, Subang – Hasil riset Tim Relawan Pengkaji Informasi Publik (TPRIP) yang diekspos di gedung DPRD, Sabtu (19/3/2016) menunjukkan 58% buruh perempuan di zona industri Kalijati, Cipeundeuy dan Purwadadi menggantikan peran suaminya menjadi tulang punggung ekonomi keluarga sehingga menyebabkan pola asuh dan pendidikan anak terganggu. (baca juga : 65 Elemen Masyarakat Hadiri Ekspos Hasil Riset TRPIP).

Padahal menurut ketua DPRD Ir. Beni Rudiono pola asuh anak para pekerja yang menitipkan anak kepada neneknya atau orang lain ini suatu saat pasti akan menjadi masalah ke depan.

“Hal ini tentunya tak bisa dibiarkan dan perlu dicari solusinya,” ujar Beni.

Menyikapi hal tersebut berbagai pihak sepakat tentang perlu adanya regulasi yang mengatur jumlah kuota tenaga kerja laki-laki dan perempuan di perusahaan.

12719437_10205983054795359_54787023116733944_o12022438_10205986057790432_7313924908423458882_o

“Perlu adanya aturan yang mengikat, contohnya perda yang mengatur jumlah kuota buruh perempuan dan laki-laki secara seimbang atau kedepannya harus lebih banyak pekerja laki-laki,” ujar Kusman Yuhana, M.Si, menyikapi hasil Riset TRPIP di gedung DPRD (19/3/2016).

Dalam perda tersebut lanjut Kusman, pengusaha yang akan berinvestasi di Subang wajib menerima pekerja laki-laki. Misalkan untuk pabrik garmen wajib menerima laki-laki 30-40%.

“Saya mengikuti proses perijinan perusahaan. Tahun 2016 ke depan akan banyak perusahaan manufaktur. Lebih dari 30 % adalah perusahaan manufaktur yang akan menyerap lebih banyak pekerja laki-laki,” tambahnya. (baca juga : Sepakat! Perda Ketenagakerjaan Harus Segera Terealisasi)

12795061_10205986696326395_7241422967928363497_o

Anggota Komisi IV DPRD Subang, Nurul Mu’min juga mengatakan pihaknya akan mendorong sektor manufaktur untuk “menyeimbangkan” proporsi tenaga kerja laki-laki dan perempuan.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Oo Irtotolisi juga mengungkapkan banyaknya perusahaan manufaktur yang akan masuk ke Subang ini akan menjadi solusi terhadap fenomena yang terjadi saat ini.

“Insya Allah, ini akan menjadi solusi,” katanya. (baca juga : Kata Ibu Dewi Ojang Tentang Buruh Perempuan Subang)

Berita Terkait: