Kata Ibu Dewi Nirmalasari Tentang Buruh Perempuan Subang

KOTASUBANG.com, Subang – Perempuan adalah tiang negara. Majunya suatu Negara tidak hanya cukup dari IQ generasinya saja, lebih dari itu perlu kecerdasan emosial yang akan membetuk karakter generasi dan ini hanya bisa dilakukan oelh seorang ibu. Hal itu diungkapkan Ketua penggerak PKK Kabupaten Subang sekaligus istri Bupati Subang Ibu Dewi Nirmalasari Ojang pada acara ekspos hasil riset buruh perempuan yang dilakukan Tim Relawan Pengkaji Informasi Publilk (TRPIP) di ruang rapat Paripurna DPRD Subang, Sabtu (19/3/2016). (baca juga : Puluhan Elemen Masyarakat Hadiri Ekspos Riset Buruh Perempuan di Gedung DPRD)

“Perempuan pekerja itu memang diperlukan tetapi harus diperhatikan kesejahteraannya dan harkatnya sebagai seorang ibu sehingga mereka masih bisa mendidik anak-anaknya dengan baik. Pola asuh anak mutlak diperlukan secara langsung dari seorang ibu termasuk pemberian ASI ekslusif sampai dengan 6 bulan demi generasi yang akan datang,” lanjut Dewi Nirmalasari Ojang

Dewi juga memandang cuti haid bagi buruh perempuan sangat diperlukan dan cuti hamil buruh perempuan di Indonesia yang hanya 3 bulan dirasa sangat kurang.

ojang sohandi

fffff

“Cuti hamil yang hanya 3 bulan kurang mencukupi untuk pekerja pabrik. Ini akan menjadi salah satu penyebab angka kematian ibu dan anak tinggi, karena nutrisi yang diterima ibu pekerja biasanya rendah. Di luar negeri cuti hamil itu bisa lebih dari 2 tahun” terangnya.

Lamanya waktu kerja buruh perempuan juga tak luput dari perhatian Dewi. Lembur “wajib” yang diberlakukan perusahaan-perusahaan garmen menyebabkan buruh perempuan harus bekerja hingga 12 jam melebihi waktu ideal bekerja.

“Waktu kerja buruh perempuan terlalu panjang jika sampai 12 jam, Ini harus dibagi shift agar ada waktu juga untuk mengurus anak,” tegasnya.

Hal-hal tersebut menurut Dewi merupakan masukan untuk dipikirkan bersama untuk kemudian diatur dalam sebuah kebijakan seperti Peraturan Daerah.

“Harapan saya supaya semua pihak lebih peduli lagi pada hak-hak perempuan pekerja,” pungkasnya.

dewi ojang dewi ojang 1 dewi ojang 3 dewi ojang 4