Puluhan Elemen Masyarakat Hadiri Ekspos Riset Tentang Buruh Perempuan di Gedung DPRD Subang

KOTASUBANG.com, Subang – Sebuah sejarah terukir hari ini di Subang,  mungkin baru pertama kali juga di Indonesia, dimana puluhan elemen masyarakat berkumpul di gedung DPRD untuk menyimak sebuah hasil penelitian yang dibiayai swadaya oleh relawan yang gelisah dengan fenomena yang terjadi seiring tumbuhnya industri di Subang. Demikian diungkapkan ketua Paguyuban Pasundan Subang, sekaligus pembina Tim Relawan Pengkaji Informasi Publik (TPRIP) Ir. H. Agustias Amin ketika membuka acara Ekspos Hasil Penelitian TRPIP mengenai buruh perempuan di ruang rapat Paripurna DPRD Subang, Sabtu (19/3/2016).

subang trpip 5

subang trpip 12

Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Bagimu Negeri dipimpin oleh Ibu Yuli Merdekawati (Lurah Cigadung)

subang trpip 7

Ir. Beni Rudiono memberikan Sambutan dalam acara Ekspos Hasil Riset TRPIP

subang trpip 3

Ketua Penggerak PKK Kab. Subang Ibu Dewi Ojang Sohandi memberi sambutan

subang trpip 2

Ketua Paguyuban Pasundan sekaligus pembina TRPIP Ir. H. Agustias Amin membuka acara Ekspos Riset TRPIP

Ratusan orang yang berasal dari sekitar 65 elemen masyarakat hadir untuk menyimak paparan hasil penelitian yang bermula dari sebuah diskusi publik yang diprakarsai pegiat media sosial, Mei 2015 lalu. Turut hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Ir. Beni Rudiono , Kadisnakertrans Subang Kusmana, Ketua Penggerak PKK Subang Ibu Dewi Ojang Sohandi, Komisi IV DPRD Subang, Ketua Apindo Oo Irtotolisi dan sekitar 65 elemen masyarakat.

Acara diisi dengan paparan hasil riset potret sosial buruh perempuan Subang oleh peneliti dari Pusbang TTG LIPI Yanu Endar Prasetyo, S.Sos, M.Si dan Potret Ekonomi buruh perempuan oleh Gugyh Susandy, SE, M.Si dari STIESA Subang yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi dengan moderator H Ade Mulyana, S.Ag, M.Pd (Ketua HIMPAUDI Subang).
ubang trpip 10

H. Ade Mulyana, S. Ag, M.Pd (Ketua HIMPAUDI Subang) menjadi memandu jalannya diskusi

subang trpip 13

Ketua TRPIP, Dani Afgani mejelaskan profil TRPIP

subang trpip 8

Yanu Endar Prasetyo, S.Sos, M.Si memaparkan hasil riset potret sosial buruh perempuan

subang trpip 9

Gugyh Susandi, SE, M.Si paparkan hasil riset potret ekonomi buruh perempuan

Hal utama yang menjadi sorotan hadirin setelah pemaparan hasil riset adalah perlunya segera dibuat Perda Ketenagakerjaan yang didalamnya mengatur perlindungan hak-hak buruh perempuan. Selain itu berbagai pihak berharap ada kebijakan yang mengatur prosentase jumlah buruh perempuan dan laki-laki di pabrik. Dimana saat ini banyak perusahaan padat karya yang lebih memperkerjakan buruh perempuan. (baca juga : Kuota Buruh Laki-laki dan Perempuan Harus Diatur)
Ketua Penggerak PKK Kab. Subang yang juga istri Bupati Subang, Ibu Dewi Ojang Sohandi menyambut baik apa yang tengah dilakukan TRPIP. (baca juga : Kata Ibu Dewi Ojang Tentang Buruh Perempuan Subang)
“Mudah-mudahan menjadi pencerahan supaya kita menjadi lebih peduli pada lingkungan sekitar kita sehingga kita bisa menjadi penyelamat generasi berikutnya,” ujarnya.
Ketua DPRD Ir. Beni Rudiono  dalam sambutannya mengaku bangga masih ada yang peduli mengkaji hal seperti ini secara swadaya.
“Hasil penelitiannya kami terima untuk kita kaji. Dan ke depan semoga TRPIP bisa merangkul para akademisi Subang yang berada di luar daerah yang ingin turut berpartisipasi sumbang pikiran untuk kemajuan Subang,” katanya.
subang trpip 14

Aktivis buruh perempuan Esty Setyorini berbagi cerita tentang kehidupan buruh perempuan

subang trpip

Efi Nurafiyah (Komisi II DPRD Subang) memberikan pandangan terhadap hasil riset TRPIP

Ketua Apindo Oo Irtotolisi mengapresiasi  inisiatif dari TRPIP yang melakukan riset memotret buruh perempuan Subang.
“Potret ini merupakan fakta yang akan menjadi informasi akurat. Dari informasi akurat tersebut akan muncul pengambilan keputusan kebijakan yang akurat pula, tentunya informasi itu perlu pembanding yang lain. Saya ucapkan terima kasih kepada TRPIP karena memiliki kepedulian bagaimana Subang ke depan,” katanya.
H. Ade mengungkapkan bahwa TRPIP hanya memberikan potret keadaan buruh perempuan Subang saat ini saja, sedangkan kesimpulannya ada di para pengambil kebijakan.
“Sudah saatnya pemerintah dan DPRD hadir untuk buruh perempuan. Kehadiran tersebut dalam bentuk aturan main (kebijakan) dan ketegasan menjalankan kebijakan tersebut,” ujarnya. (baca juga : Sepakat! Perda Ketenagakerjaan Harus Segera Terealisasi)
subang 14

Wakil Ketua bidang Banom PCNU, Arief Setiawan memimpin doa

subang trpip 6

Foto bersama seusai acara