Belgia Ngebet Garap Pelabuhan Patimban, Subang

KOTASUBANG.com, Patimban – Pemerintah Belgia menyatakan tertarik dalam pembangunan maupun pengelolaan Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang dan rencananya pembangunan pelabuhan tersebut akan naik status menjadi pelabuhan internasional dan diperuntukkan sebagai pengganti Pelabuhan Cilamaya di Kabupaten Karawang yang gagal dibangun.

Sekretaris Negara untuk Perdagangan Luar Negeri dan Investasi untuk Brussels dari Kerajaan Belgia, Cecile Jodogne, di Bandung, Kamis, menyatakan pihaknya telah mendapat informasi bahwa Pelabuhan Patimban akan didanai investasi dari Jepang (JICA).

Akan tetapi, kata Cecile, pihaknya akan tetap membuka peluang kerjasama dalam pembangunan atau dari sisi pengelolaan.

“Sehingga kami harap itu bisa segera dibangun dan kita bisa menjadi partner,” kata dia, usai melakukan penandatangan Letter of Intent (LoI) di berbagai bidang dengan Pemprov Jawa Barat, di Aula Barat Gedung Sate Bandung.

Ia menuturkan pihaknya bisa memberikan masukan dalam pengembangan Pelabuhan Patimban karena sejumlah perusahaan asal Belgia telah berhasil dalam pengelolaan Pelabuhan di Singapura dan di Dubai (Uni Emirated Arab).

“Dan banyak dari perusahaan dari kami tertarik untuk pengelolaan dan pembangunan pelabuhan baru, bahkan untuk reklamasi pantai juga,” katanya.

Menurut dia, penentuan pembangunan pelabuhan bukan perkara mudah dan mesti punya lokasi strategis dan hal ini akan memudahkan pergerakan barang yang masuk atau keluar dari Indonesia.

Dikatakan dia jumlah pelabuhan di Indonesia sendiri terbilang minim karena hanya punya satu yang representatif.

“Pembangunan pelabuhan mesti berdekatan dengan industri. Jika harus melalui jalan raya lagi maka itu bukan solusi yang baik. Harus terbangun jaringan logistiknya baik pelabuhan, bandara maupun jalur kereta api,” katanya.

Pihaknya menambahkan kerjasama Belgia dengan Indonesia sudah terjalin baik selama lebih dari 20 tahun dan investasi perusahaan dari negaranya diyakini akan terus meningkat seiring perkembangan pembangunan infrastruktur di Indonesia.

“Ada perusahaan kami yang sudah menanam hingga USD60 juta dan akan terus bertambah,” katanya

Sementara itu, Wakil Presiden dan Menteri Pendidikan Tinggi, Riset dan Media Federasi Walonia Brussel, Jean-Claude Marcout mengatakan kunjungan ke Jabar yang dipimpin langsung Puteri Astrid menjadi yang terbesar dalam sejarah karena melibatkan ebih dari 300 orang yang berasal dari unsur pemerintahan, pengusaha serta akademisi.

“Hari ini kami melakukan penandatanganan Letter of Intent (Pernyataan Kehendak) dengan Pemerintah Provinsi Jabar,” kata dia

Ia menjelaskan LoI ini akan fokus kepada inisiasi kerja sama di bidang Pendidikan, Ekonomi dan Perdagangan, Kesehatan, Perlindungan Lingkungan, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam kerangka pengembangan kapasitas teknis, manajemen pemerintahan, promosi potensi daerah dan peningkatan kerja sama bisnis dan investasi. (Antara)