Heii…, Tangkuban Parahu dan Ciater Itu Punya Subang !!!

KOTASUBANG.com, Subang – “Min, Tangkuban Parahu / Ciater itu masuk Subang apa Bandung sih??” pertanyaan ini kerap kali masuk ke akun @kotaSUBANG, akun official twitter KOTASUBANG.com Dan yang bertanya adalah orang Subang sendiri yang seharusnya tahu jawabannya.

Pertanyaan ini biasanya muncul ketika melihat media luar Subang yang kerap kali menuliskan Bandung sebagai tempat dimana Tangkuban Parahu atau Ciater itu berada. Oke-lah anggap jurnalis itu tak pintar geografi yang sebenarnya merupakan kesalahan fatal jika salah menuliskan lokasi berita. Tapi yang lebih mengherankan adalah ketika orang Subang-nya sendiri yang sepertinya juga ragu dan tak faham dengan daerahnya sendiri. Jika orang Subang-nya sendiri tidak faham dengan geografis daerahnya apalagi orang luar Subang yang tidak tinggal di Subang.

subang, tangkuban parahu

Namun, seringnya terjadi kesalahan lokasi pemberitaan di berbagai media luar ini sebenarnya bukan hanya terjadi semata karena kesalahan jurnalis. Tapi, promosi daerah Subang-nya sendiri terasa sangat kurang gencar, baik itu melalui media maupun dengan berbagai kegiatan kepariwisataan langsung, seperti festival tahunan misalnya. Tengok saja, Kabupaten Bandung Barat yang setiap tahun menggelar festival Tangkuban Parahu di Lembang. Maka, tidak mengherankan jika orang lebih mengetahui kalau Tangkuban Parahu itu masuk wilayah Bandung. Lalu lihat pula cenderamata kaos yang dijual di kios Ciater adakah yang bertuliskan “I Love Subang” apakah lebih banyak yang bertuliskan “I Love Bandung”?

subang-ciater-sariater

Gunung Tangkuban parahu yang merupakan gunung paling populer di Jawa Barat ini memang berada di perbatasan Kabupaten Bandung Barat dan Subang, meskipun sebenarnya sebagian besar masuk ke wilayah Subang. Jadi tidak salah-salah amat jika ada yang menuliskan Bandung sebagai lokasi tempat Gunung Tangkuban Parahu berada. Gerbangnya sendiri berada di wilayah Bandung Barat. Namun, di kawah ratu sebagai spot utama gunung ini jelas tertulis di papan penanda “Tangkuban Parahu, Subang – West Java” di mulut kawah yang biasanya dipakai spot berfoto turis. Tulisan lokasi di papan penanda ini pun baru diganti sekitar tahun 2008, sebelumnya bertuliskan “Bandung – West Java”.

Keabsahan Tangkuban Parahu “milik” Subang juga dapat diketahui dari sebuah surat penyerahan Gunung Tangkuban Parahu dari Bupati Karawang Timur kepada Wedana Sagalaherang tahun 1920. Kini Taman Wisata Alam berada dalam otoritas Kementerian Kehutanan dan dikelola oleh perusahan swasta PT GRPP.

BrcDkEhCQAEI_ms

Lain halnya dengan Ciater. Daerah yang terkenal dengan pemandian air panasnya ini sudah jelas berada di wilayah Kabupaten Subang meskipun banyak karyawannya yang berasal dari Bandung. Jadi merupakan kesalahan sangat fatal jika memberitakan Ciater berada di wilayah Bandung.

Karena hal seperti inilah sebenarya yang melatarbelakangi hadirnya KOTASUBANG.com. Untuk lebih mengenalkan Subang kepada orang Subang-nya sendiri dan kepada mereka di luar Subang yang ingin mengenal daerah ini. Kami mencoba membantu pemerintah daerah yang hingga detik ini belum memiliki website promosi yang menarik, karena website resmi Pemkab secara umum tampilannya tak pernah berubah selama belasan tahun!