Mayoritas Buruh Perempuan Lulusan SMP

KOTASUBANG.com, Subang – Hasil survei Tim Relawan Pengkaji Informasi Publik (TRPIP) di tiga wilayah zona industri Cipeundeuy, Kalijati dan Purwadadi menunjukkan bahwa tingkat pendidikan responden masih relatif rendah, yaitu lulusan SMP (54%), lulusan SMA (28%) dan bahkan masih ada yang lulusan SD (15%). Kondisi ini selaras dengan gambaran tingkat pendidikan umum di Kabupaten Subang yang rata-rata kelas 2 SMP.

Konsekuensi dari tingkat pendidikan ini tentu saja berdampak pada hal-hal lainnya seperti tingkat upah, tingkat keterampilan dan ujungnya adalah berdampak pada perlakuan perusahaan terhadap buruh perempuan. Lebih dalam lagi, populasi paling tinggi untuk buruh perempuan berpendidikan SMP adalah di zona industri purwadadi (62%), disusul kemudian zona industri Kalijati (52%) dan Cipeundeuy (47%).

Walaupun demikian, pendidikan bukanlah ukuran utama dari kinerja seorang buruh perempuan. Akan tetapi keterampilan seorang buruh atau pekerja itulah yang menjadi parameter untuk mengukur kinerja buruh dalam perusahaan, bukan latar belakang pendidikannya. Dengan demikian, menjadi satu kewajiban bagi perusahaan untuk memberikan training/pelatihan sebagai basis awal pengukuran kinerja dan pengelompokan buruh berdasarkan keterampilannya. Dengan kata lain, apa pun latar belakang pendidikan seorang buruh, dengan bekal pelatihan yang terstandar, bukan tidak mungkin lulusan SD lebih terampil daripada lulusan SMA. Begitu pun sebaliknya.

Hasil riset TRPIP lainnya rencananya akan diekspos terbuka pekan depan di gedung DPRD Kabupaten Subang.