Ekspos Hasil Riset Ke Komisi IV DPRD Subang, TRPIP Akan Diundang Bahas Perda Ketenagakerjaan

KOTASUBANG.com, Subang – Bertepatan dengan hari perempuan sedunia, hari ini, Selasa (8/3/2016) Tim Relawan Pengkaji Informasi Publik (TRPIP) melakukan audiensi Pra Ekspos hasil riset mengenai buruh perempuan dihadapan komisi IV DPRD Kabupaten Subang.

Dalam kesempatan tersebut peneliti LIPI yang tergabung dalam TRPIP Yanu Endar Prasetyo, memaparkan sebagian kecil hasil riset yang dilakukan TRPIP di tiga zona utama industri yaitu Purwadadi, Kalijati dan Cipeundeuy. Dalam paparannya Yanu mengungkapkan diantaranya mayoritas buruh perempuan di tiga zona tersebut ternyata hanya berpendidikan SMP dan SD. Dari hasil riset tersebut juga diketahui ternyata sebagian besar suami dari para buruh perempuan tersebut adalah pengangguran dan pekerja serabutan. Fenomena penyimpangan sosial dikalangan buruh perempuan juga tergambar dari riset tersebut.

“Yang kami paparkan tadi hanyalah sebagian kecil saja hasil riset industrialisasi yang telah kami lakukan. Hasil riset selengkapnya akan segera kami ekspos dalam waktu dekat kepada khalayak,” kata Yanu selepas audiensi dengan anggota komisi IV DPRD Subang.

Tim TRPIP lainnya Dosen Sekolah Tinggi Ekonomi Sutaatmadja (STIESA), Gugyh Susandi juga memaparkan hasil penelitiannya tentang korelasi pertumbuhan ekonomi dengan industrialisasi di Subang. Berdasarkan hasil risetnya pertumbuhan industri di Subang ternyata tidak seiring dengan pebingkatan daya beli masyarakat Subang.

IMG_20160308_134403_HDR

Sementara itu H. Ade Mulayana yang merupakan salah satu pendiri TRPIP mengungkapkan TRPIP akan mengundang berbagai pihak dalam acara ekspos hasil riset tersebut dalam waktu dekat ini.

“Hasil riset yang telah dilakukan ini sangat penting untuk diketahui masyarakat dan stakeholder untuk bahan dalam mengambil kebijakan dan membuat regulasi, sehingga kebijakan dan regulasi yang dibuat bisa tepat sasaran.” ungkapnya.

Ketua Komisi IV DPRD Subang Dede Warman menyambut baik adanya riset berbasis relawan yang dilakukan TRPIP  ini, menurutnya apa yang telah dilakukan TPRIP ini sangat membantu komisi yang dipimpinnya terkait kebijakan ketenagakerjaan.

Dede Warman mengungkapkan bahwa dirinya bersama komisi IV  sering turun ke lapangan dan mendapati banyak permasalahan terkait ketenagakerjaan diantaranya presentase jumlah buruh laki-aki dan perempuan yang tidak proporsional dan perlakukan tidak adil oleh oknum perusahaan kepada buruh di lapangan.

“Saat ini jumlah karyawan laki-laki yang bekerja di pabrik rata-rata kurang dari 20 persen, untuk itu kami tengah merancang regulasi yang mengharuskan perusahaan untuk memperkerjakan laki-laki dengan prosentase 40 persen dari jumlah keseluruhan karyawan,” ujar Dede.

12829477_10205861524317173_3964152027389294558_o

Selanjutnya Dede menjelaskan bahwa saat ini di DPRD tengah menyusun Raperda ketenagakerjaan atas inisiatif DPRD.

“Ini adalah salah satu bentuk keberpihakan DPRD kepada  masyarakat, melihat banyaknya persoalan ketenagakerjaan kami memutuskan untuk membuat sebuah perda yang melindungi buruh Subang. Nanti tim dari TRPIP juga akan kami undang pada satu waktu dalam pembahasannya,” ujarnya.

Sementara itu ketua DPRD Subang Ir. Beni Rudiono yang ditemui seusai audiensi dengan komisi IV menyambut baik adanya tim relawan TRPIP ini. Bahkan dirinya mempersilahkan TRPIP untuk menggunakan ruang rapat paripurna untuk digunakan menjadi tempat ekspos hasil riset yang telah dilakukan tim TRPIP tersebut.