Kerangka Siapa yang Ditemukan Balai Arkeologi di Situs Subang Larang ?

KOTASUBANG.com, Subang – Tim dari Balai Arkeologi Bandung hari ini, Kamis (3/3/2016) menggelar ekspos hasil ekskavasi situs Subang Larang, Nangerang, Binong yang dilakukan beberapa waktu lalu. Hadir dalam acara ekspose yang digelar di Lembah Gunung Kujang tersebut Kadisbudparpora Kabupaten Subang, Kabid Budaya Disbudparpora beserta jajarannya, berbagai komunitas, pelajar dan media.

Dalam ekspos tersebut Arkeolog Lutfi Yondri memaparkan hasil temuan terbarunya di situs Subang Larang. Diantaranya berupa 2 kerangka manusia yang ditemukan pada kotak ekskavasi yang berjarak sekitar 15 meter dari lokasi makam/makom yang dipercaya milik Subang Larang. Kerangka-kerangka tersebut ditemukan dalam kondisi tidak utuh hanya bagian pinggang dan kaki saja beserta beberapa gigi yang masih tersisa.

Yang mencengangkan, ternyata kerangka yang tersebut bukan berasal dari masa Islam atau masa Subang Larang/ Siliwangi tetapi lebih jauh dari itu, kerangka tersebut diperkirakan berasal dari jaman prasejarah sekitar 500 tahun sebelum masehi. Hal ini dapat disimpulkan dengan adanya bekal kubur dan orientasi arah penguburan yang tidak identik dengan cara penguburan Islam. Dan sejauh ini berdasarkan hasil ekskavasi, Balai Arkelogi belum menemukan peninggalan masa Islam di situs Subang Larang tersebut.

Lutfi menjelaskan tidak utuhnya kerangka yang ditemukan tersebut karena fragmen kerangka bagian atas biasanya hilang akibat penjarahan oleh orang-orang yang memburu perhiasan bekal kubur yang biasanya terpasang di bagian atas kerangka seperti kalung dan gelang yang terbuat dari manik-manik atau emas. Sementara itu, bekal kubur yang ditemukan bersama 2 kerangka tersebut berupa tembikar dan senjata dari logam. Dua kerangka yang ditemukan tersebut terkubur dengan orientasi arah kubur Barat Laut – Tenggara bukan arah Utara – Selatan seperti orientasi kuburan Islam.

situs subang larang ekskavasi
Dua kerangka Jenazah beserta bekal kuburnya dalam satu kotak ekskavasi di situs Subang Larang
situs subang larang ekskavasi 3
Fragmen gigi yang ditemukan di dekat kerangka. Perlu diteliti lebih lanjut jenis makanan manusia pada masa tersebut berdasarkan bentuk kerusakan pada struktur gigi

Lutfi menjelaskan meskipun tidak atau belum ditemukan bukti arkeologis zaman Islam di situs tersebut, namun hasil ekskavasi ini tidak untuk mematahkan keyakinan bahwa lokasi tersebut merupakan makam atau petilasan Nyai Subang Larang. Menurutnya, Situs Subang Larang sudah melekat secara budaya di masyarakat sekitar oleh karena itu nama situs yang kadang disebut situs Nangerang tersebut lebih baik dinamakan situs Subang Larang. (baca juga: Menguak Sejarah Nyai Subang Larang)

Selanjutnya menurut Lutfi meskipun di sana memang tidak/belum ditemukan peninggalan atau kerangka Subang Larang, bisa saja lokasi tersebut merupakan petilasan Nyai Subang Larang. Apalagi menurutnya toponimi (penamaan) beberapa tempat di sana seperti nama Hamparan Alif memang diyakini masyarakat sesuai dengan nama tempat masa kehidupan Subang Larang dahulu. Yang harus difahami menurut Lutfi sebenarnya ada dua istilah yang masyarakat kadang tidak membedakannya, yaitu makam dan makom. Kalau makam artinya tempat ujung kehidupan atau dikuburkannya jenazah manusia, sedangkan makom sebenarnya merujuk pada petilasan atau lokasi tempat singgah atau hidupnya jaman dulu.

 

Berita Terkait: