Menunggu Ambruknya Bangunan Heritage di Kota Subang

KOTASUBANG.com, Subang –  Het hoofdkantoor van de Pamanoekan en Tjiasemlanden in Soebang, Markas Besar Pamanoekan and Tjiasem Land di Subang, demikian keterangan yang tertulis pada dua buah foto dalam sebuah blog berbahasa Belanda. Pamanoekan and Tjiasem Land adalah perusahaan perkebunan milik Belanda yang ketika itu menguasai hampir seluruh wilayah Subang saat ini, hingga akhirnya dinasionalisasi sekitar tahun 1958.

Namanya juga markas/kantor besar, pastilah gedung ini menjadi yang terbesar dan tergagah ketika itu. Sayang, gedung yang seharusnya menjadi salah satu ikon sejarah kota Subang itu kini keberadaanya mengkhawatirkan seolah dibiarkan menunggu ambruk.

Kantor Besar P nT Land tahun 1940-an
Kantor Besar P nT Land tahun 1940-an

subang plaza hotel 3subang plaza hotel 2

Kini halaman gedung ini hanya dijadikan lahan parkir oleh RS PTPN VIII. Sekelilingnya ditutupi pagar yang tampak lusuh, sehingga megahnya gedung ini tak terlihat jelas dari luar. Sekitar tahun 90-an gedung ini pernah dijadikan hotel dengan nama Subang Plaza Hotel, namun sayang sekitar tahun 2005 hotel ini berhenti beroperasi. Kemudian gedung ini beberapa kali berpindah kepemilikan.

Selain gedung ini, bangunan-bangunan lainnya di kota Subang juga bernasib sama. Pemerintah Daerah Subang sepertinya tidak bisa berbuat banyak, padahal gedung-gedung bersejarah ini merupakan asset untuk menjadikan Subang sebagai kota wisata Sejarah. Jika gedung-gedung yang termasuk benda cagar budaya tersebut ambruk, pemerintah daerah wajib mengawal pembangunannya agar dibangun kembali seperti bentuk aslinya.

subang plaza hotel 4

subang palza hotel 5

Berita Terkait: