Metro Kapsul, Moda Transportasi Made In Subang

KOTASUBANG.com, Subang – Pengembang transportasi publik Metro Kapsul, PT Teknik Rekayasa Kereta Kapsul (Trekka), menargetkan bisa merampungkan pembangunan 2 unit kapsul dan treknya, sebelum ditawarkan ke pemerintah pusat dan pemerintah daerah (Pemda) pada Mei mendatang.

Direktur Operasi Trekka, Leonnardo Feneri mengungkapkan, Metro Kapsul seperti bus dengan 8 roda namun digerakkan dengan listrik dengan trek khusus di atas beton layang (elevated) di ketinggian 6 meter. Sementara tenaga penggeraknya adalah listrik seperti halnya kereta commuter.

Track dibuat untuk 2 arah dengan masing-masing lebar track 2,2 meter, sementara tiang berdiameter 1 meter dibangun setiap jarak 25 meter. Di kedua track, dipisahkan jarak selebar 80 cm.

Dengan lebar kapsul 2,2 meter dan panjang 9 meter, satu kapsul made in Subang ini sendiri bisa mengangkut 50 penumpang sekali jalan. Dalam sekali perjalanan, satu setidaknya ada 4-5 Metro Kapsul yang berjalan beriringan sehingga bisa mengangkut setidaknya 200-250 penumpang.

4aa64187-8764-4223-9719-907f524bccf4_169
Contoh jalur Metro Kapsul

“Metro Kapsul dibuat sebagai angkutan terintegrasi dengan busway, MRT, LRT, dan sebagainya. Jadi ini bisa jadi pelengkap transportasi yang sudah ada. Bisa saja satu rangkaian 10 kapsul sehingga penumpang terangkut lebih banyak,” kata Leonnardo ditemui di Restoran Ramen Sanpachi, Jakarta Selatan, Kamis (4/2/2016).

Dia mengungkapkan, Metro Kapsul dikembangkan para insinyur dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dari pabrik di Subang, Jawa Barat.

“Hampir semua bagian dari program pengujian ini dibuat dari komponen lokal hingga 90%. Hanya motor listrik, kompresor, dan sensor saja yang harus dibuat di luar. Dikembangkan sejak 2007,” jelasnya.

Lebih jauh, menurut Leonnardo, Metro Kapsul berjalan dengan kecepatan normal 40 km per jam dengan kecepatan maksimum hingga 80 km per jam. Metro Kapsul ini direncanakan berhenti pada setiap halte dengan jarak antar halte sejauh 1 km. (Detik)

Berita Terkait: