Produktivitas IPB3S di Lahan Denfarm Alumni IPB Subang Lebihi Rata-rata Daerah Setempat

KOTASUBANG.com, Subang – Himpunan Alumni IPB Dewan Pimpinan Cabang Kabupaten Subang  (HA-IPB DPC Kab. Subang) hari ini, Kamis (28/1/2016) melakukan panen padi varietas IPB3S yang ditanam di lahan Demfarm (lahan demonstrasi) di kampung Kiara Payung, desa Kiarasari, Kecamatan Compreng. Tanaman padi varietas IPB3S di lahan Denfarm ini sedianya baru akan dipanen sekitar 10 hari mendatang, namun karena terjadi serangan burung yang tak terkendali, terpaksa pelaksanaan panen dipercepat dari waktu seharusnya.

Meskipun dipanen belum pada waktunya hasil panen padi varietas IPB3S dengan penerapan IPB Prima ini bisa menghasilkan 8.2 ton per hektar. Jumlah tersebut melebihi rata-rata produksi padi daerah setempat yang biasanya hanya menghasilkan 6-7 ton per hektar.

“Jika saja tidak terjadi serangan burung, saya optimis bisa menghasilkan hingga 12 ton per hektar” ujar Deni Nurhadiansyah, Alumni IPB pemilik lahan yang dijadikan Denfarm.

Produksi padi di daerah Subang dan sekitarnya biasanya semakin ke wilayah utara akan semakin tinggi produktivitasnya. Hal ini disebabkan selain karena tanahnya lebih subur, pengairan irigasi teknis di wilayah utara juga lebih terjamin. Tak mengherankan jika hasil panen padi varietas  IPB3S di Karawang bisa mencapai hingga 14 ton per hektar. Sementara itu pengairan lokasi Denfarm di Compreng ini hanya mengandalkan air hasil pompanisasi dari sungai Cipunagara.

12573703_10205345660347736_3363234515334117496_n

Varietas IPB3S dengan Trap Barrier System (TBS) di lahan Denfarm Compreng Subang, siap dipanen

Keberhasilan Denfarm di wilayah Desa Kiarasari, Kecamatan Compreng ini tak terlepas dari penerapan teknik optimasi budidaya yang disebut dengan IPB Prima. Selain itu untuk mengatasi hama tikus yang merajalela, Deni menerapkan sistem Trap Barrier System (TBS) yang sangat cocok untuk daerah endemis tikus seperti daerahnya.

“Selain lahan Denfarm ini menjadi lokasi penelitian mahasiswa, Sistem IPB Prima dan TBS yang diterapkan di lahan Denfarm ini juga sudah mulai diduplikasi petani sekitar, bahkan petani Indramayu juga sempat belajar ke sini,” katanya.

Sementara itu saat ini dirinya juga tengah menanam 10.5 hektar padi dengan penerapan sistem IPB Prima di daerah Cipunagara.

“Diharapkan penerapan sistem IPB Prima ini juga bisa menjadi tempat belajar bagi petani sekitar,” pungkasnya.