Aktivis Buruh Perempuan Di PHK, Berbagai Serikat Pekerja Lakukan Aksi Solidaritas

KOTASUBANG.com, Subang – Ratusan buruh dari berbagai Serikat Pekerja hari ini, Selasa (19/1/2016) berunjuk rasa di depan PT Handsome Desa Wanakerta, Kec.Purwadadi. Berbagai Serikat Pekerja dengan bendera berbeda menunjukkan solidaritasnya menuntut perusahaan untuk mempekerjakan kembali aktivis buruh dari SPH FSP LEM saudari Esti Setyo Rini yang di PHK bulan lalu. Tak terima PHK tersebut, saat ini Esti menjalani skorsing sambil menjalani proses bipartit dan mediasi. Pihak perusahaan memberhentikan Esti dengan alasan kinerja, namun Esti mempertanyakan hal ini.

“Saya mempertanyakan kinerja yang mana, sepanjang tahun 2015, SP 1 pun belum pernah saya terima,” ujar Esti.

Sementara itu, Wira yang merupakan perwakilan Aliansi Buruh Subang yang juga menjabat sebagai ketua FSPMI Subang mengatakan tidak ada pelanggaran berat yang tercantum dalam UU no 13 tentang ketenagakerjaan bahwa Esti harus di PHK.

“Tidak ada pelanggaran yang tercantum dalam Peraturan Perusahaan PT Handsome yang mengharuskan adanya PHK dan juga tidak ada pelanggaran berat yang tercantum dalam UU no 13 tentang ketenagakerjaan bahwa Esti harus di PHK,” ujar Wira.

Wira menambahkan berdasarkan hasil mediasi antara saudari Esti dengan perusahaan yang dilaksanakan di kantor Dinas Tenaga Kerja, keterangan dan alasan dari pihak perusahaan yang menyatakan Esti harus di PHK tidak bisa dibuktikan secara perdata dan fakta yang ada.

“Tidak ada itikad baik dari Pengusaha PT Handsome untuk menyelesaikan masalah PHK saudari Esti agar bisa dipekerjakan kembali, bahkan mereka telah melakukan tindakan menghalang-halangi anggota PUK SPH FSP LEM PT Handsome untuk mogok kerja “sah” akibat gagalnya berunding. Perusahaan memaksa mereka untuk masuk kerja serta mengancam akan melakukan tindakan yang akan merugikan pekerja sampai dengan di PHK kalau sampai mereka ikut mogok kerja,” jelas Wira.

esty setyorini
Sebagian buruh memakai kaos bergambar saudari Esti Setyo Rini sebagai aksi solidaritas

Hal senada juga diungkapkan ketua SPMKB Dani Afgani menurutnya perusahaan telah berlaku sewenang-wenang terhadap saudara Esti.

“Perusahaan telah berlaku sewenang-wenang, oleh sebab itu LAWAN !” tandasnya.

Menurut Wira, hal-hal seperti ini akan terus terjadi karena tidak adanya peranan pemerintah untuk berusaha mencegah dan berupaya agar tidak terjadi nya PHK.

“Tanpa adanya peranan pemerintah, maka akan semakin banyak pekerja yang diberhentikan tidak sesuai normatif dengan mudah oleh pihak pengusaha,” pungkas Wira.

Di kalangan buruh Subang, Esti Setyo Rini memang dikenal vokal dalam memperjuangkan hak-hak para buruh. Selain menghadapi kasus PHK ini dirinya juga tengah berjuang memecahkan kasus penculikan yang menimpa dirinya beberapa bulan yang lalu.

Berita Terkait: