Subang Diharapkan Jadi Daerah Pengembangan Angklung

KOTASUBANG.com, Subang – Kelompok angklung dari 10 sekolah, masing-masing pemenang babak penyisihan antar wilayah “bertarung” di Final Pasanggiri Angklung Jawab Barat Tahun 2015 di Aula Pemkab Subang, Kamis (10/12/2015). Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat, Nunung Sobari berharap Kabupaten Subang bisa menjadi titik pengembangan angklung di luar Bandung.

Hal itu terungkap di sela-sela acara pembukaan final PAJB tahun 2015 yang digelar kerjasama Disparbud Jabar dan Yayasan Angklung Saung Udjo. Ketua panitia PAJB 2015, Didi Darmabakti mengungkapkan peserta final dari sepuluh sekolah, yaitu lima SMP, dan lima SMA/SMK. “Peserta final ini pemenang di tingkat wilayah. Kami sebelumnya melaksanakan penyisihan per wilayah. Ada wilayah yang dibagi dua karena pesertanya banyak. Dari masing-masing wilayah diambil satu SMP, dan SMA/SMK,” katanya.

Diakuinya dari target peserta pada penyisihan 54 kelompok, hanya tercapai 48 dari 17 kota/kabupaten. Dalam perjalanan ada lima sekolah yang mundur dengan alasan bentruk UAS, sehingga yang ikut penyisihan sebanyak 43 kelompok angklung. “Jadi kalau capaian peserta 88 persen, kalau keikutsertaan daerah sekitar 70 persen.

Ketua Yayasan Saung Udjo, Sam Udjo mengatakan pasanggiri angklung kali ini merupakan ketiga, sebelummnya sudah telah dilaksanakan tahun 2013 dan 2014 di Bandung. “Lokasi pelaksanaan di luar daerah baru tahun ini, yaitu per wilayah dan finalnya di Subang. Tujuannya untuk lebih mengembangkan angklung,” ujarnya.

Dia mengungkapkan harapannya angklung bisa lebih memasyarakat, muncul kelompok angklung di masyarakat umum. Sebab saat ini masih terbatas di sekolah-sekolah. “Saya berharap Subang bisa menjadi titik pengembangan, ada gerakan angklung, sehingga bisa lebih memasyarakat di semua daerah Jabar,” ucapnya.

Bupati Subang Ojang Sohandi mengungkapkan kebanggaannya, Subang bisa dipilih menjadi tempat penyelenggaraan Final PAJB 2015. Apalagi aklung ini sudah menjadi kebanggaan jawbar, tak hanya milik Bandung. Di Subang juga ada kelompok angklung SMPN 1 Subang yang bisa dibanggakan karena sudah sering tampil di berbagai acara tingkat regional maupun nasional.
“Saya berharap acara seperti ini bisa menggugah masyarakat, tak hanya Subang tapi Jabar hingga nasional. Apalagi angklung ini sudah mendunia,” tambahnya.

Kadisparbud Jabar, Nunung Sobari, berharap kedepannya angklung tak hanya berkembang di sekolah-sekolah, tetapi bisa lebih memasyarakat. “Kami memilih pelaksanaan PAJB tahun ini di daerah karena kalau di Bandung sudah cukup sering, jadi pelaksanaan mulai penyisihan per wilayah di priangan, purwakata, Bogor dan Cirebon. “Kalau dihitung sejak penyisihan, siswa yang terlibat merasakan pengalaman main di panggung pasanggiri bisa ribuan,” ujarnya.

Berdasarkan hasil penjurian dibidangnya masing-masing menghasilkan 3 pemenang untuk tingkat SMA yaitu  SMAN 8 Cirebon, disusul SMKN 2 Purwakarta dan SMA BPI 2 Bandung. Sedangkan tingkat SMP, juara pertama SMP Muhamadiyyah, Cipanas,Cianjur, SMPN 1 Subang dan SMPN 2 Ngamprah, Bandung Barat. (PR)

Foto : Anak-anak bermain Angklung diawal abad ke-20 (Wikipedia / Tropen Museum)

Artikel Terkait:

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here