Kemenristek Dikti Gelar Lokakarya Strategi Penguatan Sistem Inovasi Daerah di Subang


KOTASUBANG.com, Subang – Kementerian Riset dan Teknologi – Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) menyelenggarakan Lokakarya  Strategi Penguatan Sistem Inovasi Daerah (SIDa) di ruang pertemuan RM Purnama, Jalan Ahmad Yani, Selasa (24/11/2015). Hadir sebagai pembicara dalam lokakarya yang dipandu Dr. Promono Nugroho tersebut Direktur Sistem Inovasi Kemenristek Dikti Dr. Ophirtus Sumule, DEA, Dr. Idwan Suardi, Hendarwin Astro, SP dan Dr. Rislima, Sitompul, M.Sc.

Menurut Dr. Idwan Suardi Sistem inovasi adalah aliran informasi dan teknologi diantara masyarakat, akademisi/peneliti, pemerintah dan bisnis. Sedangkan Sistem inovasi daerah (SIDa) adalah membuat sistem inovasi untuk menegaskan keunggulan komparatif daerah.

Pusbang TTG LIPI Subang 2
Dr. Ophirtus Sumule, DEA
Pusbang TTG LIPI Subang 3
Dr. Idwan Suardi

Dr. Idwan Suardi menjelaskan SIDa memerlukan objek pembangunan yang diunggulkan. Oleh karena itu perlu adanya suatu wahana yang menjadi objek untuk dijadikan prioritas dan merupakan unggulan daerah sebagai lokomotif penggerak perekonomian berkelanjutan.

“Prasyarat unggulan tersebut diantaranya : didukung oleh potensi Sumber Daya yang dimiliki daerah, sesuai visi pembangunan daerah,  disepakati seluruh stake holder daerah dan menjadi icon / branding daerah,” katanya.

Menurut Dr. Ophirtus Sumule, DEA, lokakarya yang diselenggarakan Kemenristek Dikti bersama Pusbang TTG LIPI Subang ini penting dilakukan dalam rangka memperkuat Sistem Inovasi di daerah agar bisa berjalan dengan baik.

Pusbang TTG LIPI Subang 4
Hendarwin Astro, SP

“SIDa bertujuan mempercepat pembangunan daerah dan mensukseskan program pemerintah daerah. Pemerintah daerah menetukan program mereka yang paling prioritas yang ada pada RPJMD mereka. Setelah menentukan prioritas tersebut maka kita akan dorong dan percepat pencapaiannya,” jelas Dr. Ophirtus.

Dr. Ophirtus juga mengungkapkan sebagai ujung tombak pelaksanaan SIDa ini adalah Pusbang TTG LIPI Subang.

“Pusbang TTG LIPI Subang memiliki SDM berpengalaman dengan kegiatannya di berbagai daerah di Indonesia, mereka telah diberi mandat oleh negara untuk menjadi ujung tombak pelaksanaan SIDa ini,” katanya.

Dr. Rislima, Sitompul, M.Sc menjelaskan kriteria dalam penetapan tema SIDa diantaranya : pertama, mempunyai dampak pada perekonomian daerah misalnya signifikan dalam ekonomi, penyerapan tenaga kerja dan ukuran pasar. Kedua, dukungan faktor lokal termasuk misalnya keunggulan ketersediaan bahan baku yang memadai dan kompetitif. Ketiga dimensi global, prospek peran daerah dalam konteks pasar global dan sustainabilitas tinggi dalam sektor tertentu.

“Dan yang terakhir mempunyai kluster industri (produk/jasa) yang menjadi unggulan daerah berupa sentra industri yang didukung oleh semua lembaga / stakeholder terkait,” jelasnya.

IMG_20151124_141448_HDR
Dr. Rislima, Sitompul, M.Sc

Pusbang TTG LIPI Subang mengkaji SIDa seluruh Indonesia. Bagi daerah yang konsisten dalam pengembangan dan implementasi penguatan SIDa akan diberikan penghargaan Budhipura dengan reward berupa pemberian insentif pengembangan dan implementasi teknologi terpadu di daerah tersebut. Jenis insentif mulai dari pemberian modal dan alat, scalling up, perbaikan teknologi, peningkatan performa alat dan mesin, bantuan proses SNI dan sebagainya sesuai dengan kebutuhannya.

“Untuk tahun 2016 terpilih 10 daerah yang akan diberikan reward Budhipura yaitu Kabupaten Ogan Ilir, Gorontalo, Toraja Utara, Luwu Utara, Sukabumi, Banyumas, Madiun, Kepulauan Riau, Polewali dan Bengkulu,” ungkap peneliti Pusbang TTG LIPI Subang Hendarwin Astro, SP.

Berita Terkait: