Melirik Potensi Tanaman Herbal Menjadi Produk Olahan Khas Subang

KOTASUBANG.com, Subang – Di dunia ini, tak ada yang diciptakan Tuhan sia-sia, termasuk semak belukar atau rerumputan liar yang kadang kita anggap sebagai hama. Padahal jika dikaji atau diteliti lebih dalam, tanaman-tanaman tersebut sangat bermanfaat bagi manusia. Tanaman-tanaman tersebut mengandung zat aktif yang berguna untuk bahan pengobatan atau dikenal dengan nama herbal.

Melihat fungsi tersebut Wawan Herwanto, pemilik UKM Sari Kumetap, Jalan Cagak terus bereksperimen untuk menciptakan produk-produk berbahan dasar tanaman herbal. Menurutnya, 99% tanaman di sekitar kita adalah tanaman herbal dan belum termanfaatkan secara optimal. Wawan mengaku pengetahuan tentang pemanfaatan tanaman herbal diperoleh setelah mempelajari dan memperhatikan pola hidup para orang tua jaman dahulu.

sari kumetap
Syrup Lidah Buaya

“Orang tua jaman dahulu selalu terlihat sehat, bugar, tidak gemuk dan energik. Setelah dipelajari ternyata kuncinya ada pada pola pikir mereka, yang dikonsumsi dan kesederhanaan hidupnya, yaitu menyatu dengan alam,” jelas Wawan.

“Yang sakit pun bisa sembuh karena menyatu dengan alam, karena nya saya mencoba menggali resep-resep para orang tua jaman dulu” tambahnya.

Latar belakang pendidikan dan pekerjaannya yang menggeluti food and beverages perhotelan dipadukan dengan pengetahuan mengenai herbal membuatnya berinovasi mengembangkan berbagai resep produk herbal termasuk makanan dan minuman ringan yang bisa dinikmati semua kalangan.

Wawan bercerita, awalnya tahun 2006 ia mulai terjun ke dunia herbal dengan fokus utama pada tanaman lidah buaya. Ia berusaha membudidayakan tanaman lidah buaya jenis barbadensis miller yang ia peroleh dari Balitro dan Pontianak. Dengan melalukan berbagai uji coba dan riset, hingga tahun 2010 dirinya sudah berhasil membuat tak kurang 85 resep produk berbahan dasar lidah buaya ini. Selanjutnya ia pun di bantu dan dibina Lembaga Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam pengembangan produknya.

lidah buaya subang
Kebun lidah buaya di sekitar kediaman Wawan Herwanto

Salah satu produknya yang banyak digemari adalah Aloegin (Aloe Ginger) yang merupakan campuran dari jel lidah biaya dengan rempah-rempah asli nusantara termasuk temu putih yang merupakan obat asli jaman dulu. Selain itu syrup dan jus Aloe Vera nya juga diminati masyarakat.

Dirinya menggunakan nama UKM Sari KUMETAP sebagai payung produk-produknya. Ia menjelaskan KUMETAP merupakan akronim dari Kreatif, Ulet, Mandiri, Energik dan Peduli, tujuanya menciptakan virus positif terhadap keluarga, lingkungan dan terutama diri sendiri.

“Di setiap koridor atau prinsip yang mengunakan KUMETAP itu pasti akan menghasilkan suatu karya, jadi KUMETAP itu rumus, rel atau koridornya itu,” paparnya.

Dirinya juga selalu mengajak masyarakat untuk kembali ke alam, termasuk melalui media sosial Facebook. Ia tak segan membagi pengetahuannya mengenai tanaman herbal kepada masyarakat.

Sama halnya dengan Wawan, pemilik UKM Naturasa, Andika Budhi juga concern terhadap tanaman herbal. Salah satu produknya kini adalah keripik pegagan. Tanaman yang biasanya tumbuh liar di sawah ini, ternyata bisa diolah menjadi makanan ringan yang lezat.

Naturasa Pegagan - JAlan CAgak (Andika Budhi)
Keripik pegagan

“Saya sudah mencoba bereksperimen dengan berbagai jenis daun untuk dijadikan makan ringan, ternyata tanaman pegagan salah satunya yang paling mudah dibuat keripik,” ungkapnya.

Tanaman ini mengandung zat yang bermanfaat untuk mengobati gangguan saraf dan memperbaiki peredaran darah.

Keduanya, baik Sari Kumetap maupun Naturasa tengah berinovasi membuat produk-produk lain berbahan tanaman herbal.

Olahan lidah buaya dan produk olahan herbal lainnya produksi UKM Sari Kumetap  juga pernah diliput oleh televisi swasta nasional ANTV dan TRANS 7. Berikut hasil liputannya :

https://www.youtube.com/watch?v=H5uVbvJlfwE

Berita Terkait: