Buruh Subang Berharap Gubernur Jabar Tunda Penerapan PP No. 78

KOTASUBANG.com, Subang – Bertepatan dengan hari Pahlawan (10/10/2015) Ribuan buruh Subang yang terdiri dari berbagai elemen serikat pekerja kembali berunjuk rasa. Selain menuntut kenaikan UMK 2016 menjadi 2.5 juta, dalam aksinya mereka kembali menuntut Pemkab Subang untuk tidak menerapkan PP No 78 tahun 2015.

Menurut perwakilan dari SPMKB Dani Afgani, beberapa daerah lain juga menolak atau menunda penerapan PP No 78 tahun 2015, diantaranya Kabupaten Bandung Barat, Purwakarta, Kota Bandung bahkan Jakarta menunda penerapan PP tentang pengupahan ini.

“Buruh berharap pemerintah Kabupaten Subang dan Provinsi Jawa Barat bisa menunda penerapan PP No 78 ini,” ujar Dani.

“Besok (11/11/2015) rencananya sebagian buruh Subang juga akan melanjutkan aksinya dengan berunjuk rasa di Gedung Sate untuk menunut Gubernur Jabar menunda PP tersebut,” lanjutnya.

Sementara itu, usai berunjuk rasa di depan kantor Bupati Subang, perwakilan buruh melakukan pertemuan dengan Bupati Ojang Sohandi di Mapolres Subang, Jalan Mayjen Soetoyo.

“Intinya beliau tidak berani untuk memenuhi tuntutan buruh terkait rumusan UMK yaitu KHL + INFLASI + Laju Pertumbuhan Ekonomi. Kata Bupati semua itu dikembalikan lagi ke Depekab,” ujar Rahmat Saputra perwakilan KASBI setelah pertemuan dengan Bupati.

“Kalau di Depekab setuju dengan rumusan itu, Bupati tak masalah tinggal merekomendasikan. Namun kalau terjadi deadlock kemungkinan Bupati menyetujui menggunakan PP No 78 tahun 2015” tambahnya.