4000 KK di Subang Dipasangi Jaringan Gas Rumah Tangga Gratis

Jaringan Gas Rumah Tangga (antarafoto.com)

Direktur Pengelola Usaha Hilir Migas, Ditjen Migas Kementerian ESDM Umi Asnadah mengatakan pada 2012 lalu, empat daerah dipilih pemerintah pusat untuk menjalankan program pembangunan jaringan gas untuk rumah tangga.

Daerah tersebut, di antaranya Kabupaten Blora Jawa Tengah, Kabupaten Sorong Papua, dan Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan.

“Dan untuk tahun ini Provinsi Jawa Barat dipilih Kabupaten Subang, yang mendapatkan program pasokan gas bumi untuk rumah, dengan jumlah 4 ribu KK,” katanya dalam sosialisasi pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga di Lapangan Tangoli Desa Cidahu, Rabu (3/7).

Dia mengatakan, pembangunan jaringan gas untuk rumah tangga ini akan dirampungkan sampai Desember 2013 dengan anggaran Rp41 miliar.

“Dan Insya Allah di awal 2014 masyarakat yang sudah dipasangkan jaringan gas bumi untuk rumah secara gratis sudah bisa menikmatinya,” paparnya.

Bupati Subang Ojang Sohandi yang hadir untuk membuka peletakan batu pertama pembangunan program gas bumi untuk rumah tangga menyambut baik program tersebut.

Ojang berharap dengan adanya program ini diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. “Yang jelas saya sangat berterima kasih, karena Subang sudah terpilih mendapat program ini. Kami berharap dengan adanya program ini bisa membantu meringakan beban ekonomi khususnya masyarakat kecil,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Distamben Subang, Besta Basuki mengatakan pembangunan jaringan gas ini merupakan program Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM.

“Jumlah kuota yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat sebanyak 4 ribu KK,” katanya dalam sosialisasi pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga Lapangan Tangoli Desa Cidahu, Rabu (3/7).

Pada awalnya, menurut Besta, keempat ribu KK tersebut diproyeksikan hanya untuk warga di Desa Cidahu Kecamatan Pagaden Barat. Namun setelah dicek ke lapangan oleh tim konsultan, ternyata warga Cidahu hanya ada sekitar 2.500-an kk. Sementara kuota dari pemerintah pusat berjumlah 4 ribuan.

“Untuk memenuhi kuota itu, sasaran program kemudian diperluas ke wilayah Kelurahan Dangdeur sebanyak 1.500 kk,” katanya.

Menurutnya, secara umum sasaran program ini adalah untuk semua kelompok masyarakat dan pembangunan jargas untuk yang 4 ribu KK ini tidak dipungut biaya sepeserpun.

(Inilah)