Pemuda Subang Alumni IPB, Kembangkan Pertanian Ramah Lingkungan

KOTASUBANG.com, Subang – Dedi Mulyadi, Alumni Institut Pertanian Bogor yang saat ini tinggal di Kampung Bugel, desa Pringkasap, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang ini telah mendedikasikan dirinya untuk mengabdi kepada masyarakat. Beliau bertugas sebagai penyuluh pertanian sekaligus petani di tempatnya.

Ketika ditanya, mengapa terjun ke dunia pertanian? “karena pada dasarnya kedua orang tua saya juga petani dan keluarga tidak ada yang bekerja di perusahaan  sehingga faktor lingkunganlah yang mendorong saya menjadi petani,” jawab Dedi

“Walaupun sebagian teman-teman saya bekerja di perusahaan dengan gaji yang menggiurkan namun saya tidak tertarik, saya lebih tertarik untuk memecahkan permasalahan pertanian,” tambahnya

Kang Dedi panggilan akrabnya mendirikan paguyuban Bumi Mandiri bersama petani sekitar secara swadaya. Tujuan didirikannya paguyuban ini adalah mengubah pola pertanian konvensional dengan menggunakan kimia ke pola pertanian yang ramah lingkungan.

Dengan menerapkan ilmu-ilmu dari kampusnya, ia menciptakan berbagai macam produk dari bakteri, kapang, juga limbah-limbah organik dengan peralatan-peralatan sederhana miliknya. Produk itu adalah agen hayati untuk memperbaiki kesuburan tanah secara kontinu, pestisida nabati, fitohormon, dan bionutrisi.

“Kita sudah melepaskan pestisida kimia secara perlahan-lahan lalu kita ganti dengan pestisida nabati sehingga menghasilkan beras sehat tanpa pestisida kimia. Kualitas beras sehat ok, ramah lingkungan, juga meningkatkan harga jual sehingga petani tidak rugi. Bisnis kita bisnis sosial yang bisa membantu petani disekitar sini,” ungkapnya

Rencana ke depannya, jebolan IPB ini akan akan memproduksi beras dengan indeks glikemik yang rendah, beras merah dengan antosianin yang tinggi dan beras hitam.

Banyak kendala yang dihadapinya, seperti persaingan dengan produsen kimia, mindset petani yang menganggap pertanian ramah lingkungan itu sulit, penyuluh pertanian tentang penggunaan kimia semakin tinggi, sulitnya memperoleh sertifikasi organik, dan kendala-kendala dilapangan lainnya.

Pertanian dengan menggunakan kimia dalam jangka panjang bisa merusak lingkungan. Sudah saatnya pertanian kita beralih ke pertanian yang ramah lingkungan.

Beliau juga berpesan kepada para mahasiswa untuk mengembangkan ilmu yang kita dapatkan dari kampus untuk kesejahteraan masyarakat. (Riki/alumniipb.org)