Buruh Subang Desak UMK 2016 Rp 2.5 Juta dan Tolak PP No.78

KOTASUBANG.com, Subang – Ribuan buruh dari berbagai elemen serikat pekerja, hari ini Rabu (28/10/2015) kembali turun ke jalan. Sejak pukul 10.00 WIB massa buruh mulai memasuki kota Subang secara bergelombang. Diantara mereka ada yang langsung menuju Alun-alun Subang sementara ratusan lainnya terlebih dahulu berorasi di depan kantor Disnakertrans Kabupaten Subang.

Selain mendesak ditetapkannya UMK Rp. 2.5 juta, tuntutan utama aksi mereka kali ini adalah penolakan terhadap PP No. 78 tahun 2015 yang baru saja di sahkan pemerintahan Presiden Joko Widodo. Buruh menilai peraturan pemerintah tersebut akan sangat merugikan kaum buruh.

“Dalam PP tersebut ditentukan peninjauan KHL untuk penetapan UMK dilakukan setiap 5 tahun sekali, dalam situasi ekonomi yang tidak menentu seperti ini tentu ini akan merugikan buruh,” ujar Dani Afgani perwakilan dari SPMKB / Aliansi Buruh Subang.

Dalam PP pengupahan tersebut juga disebutkan bagi pengusaha yang tak bayar upah, pemerintah hanya memberikan sanksi adiministratif. Hal itu bertentangan dengan UU no 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan dimana dalam UU itu disebutkan bagi pengusaha yang tak membayar upah sanksinya adalah pidana.

“Karena itu tidak ada kata lain, Tolak PP No. 78 tahun 2015 !, ujar Dani.

Sementara itu ketua DPRD Beni Rudiono yang beraudiensi dengan buruh mengungkapkan pihaknya menerima aspirasi para buruh untuk disampaikan kepada pemerintah pusat.

 Foto : Ribuan buruh Subang turun ke jalan tolak PP No 78 tahun 2015 (by Bundana Arjuna)