Setahun Kabinet Kerja Jokowi, Menteri Pertanian Potong Tumpeng di Sawah Subang

KOTASUBANG.com, Tambak Dahan – Menandai 1 tahun pemerintahan Jokowi – JK, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman ditemani Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Mulyono dan Gubernur Jawa Barat serta beberapa Bupati potong tumpeng di tengah sawah desa Gardu Mukti, Kecamatan Tambak Dahan, Subang sebagai ungkapan syukur capaian  bidang pertanian setahun kabinet kerja.

Kementerian pertanian menandai setahun pemerintahan Jokowi tersebut dengan rangkaian acara gelar pameran pertanian modern dalam rangka mencapai swasembada beras. Dalam kesempatan tersebut menteri Arman ditemani KSAD dan Gubernur Jawa Barat serta Bupati Ojang Sohandi melakukan panen raya dengan menggunakan Alat pemanen Combine Harvester. Dilakukan pula demo penanaman padi dengan mesin transplanter.

subang panen raya arman subang panen raya

Combine harvester ini bisa dioperasikan oleh hanya 1-2 orang saja. Hal ini tentunya memangkas waktu masa panen dan menghemat jumlah tenaga kerja. Jika menggunakan alat yang besar maka satu hektar sawah cukup butuh waktu 3 ‎jam saja, sedangkan yang berukuran sedang bisa memanen 5 hingga 6 Jam saja. Sedangkan, kalau pakai cara manual membutuhkan 60 orang hari.

Selain menghemat waktu, dan jumlah tenaga kerja, penggunaan combine harvester juga mengurangi biaya panen dan susut (losses). Susut (losses) gabah bisa ditekan dari 10% menjadi hanya 8%.

setahun jokowi jk

Dalam sambutannya sebelum turun ke sawah mentan mengungkapkan meski el Nino menyebabkan lahan sawah di sejumlah daerah mengalami kekeringan namun produksi padi nasional tahun 2015 mengalami peningkatan cukup besar. Menurut data BPS produksi padi Indonesia tahun 2015 meningkat 6,64 persen dibanding tahun 2014 lalu. Produksi padi nasional yang sebelumnya mencapai 70,84 juta ton GKG, tahun ini naik menjadi 75,6 juta ton GKG.

“Bisa dibayangkan, kalau tak ada El nino, produksi padi nasional bisa jauh lebih tinggi lagi,” kata mentan.

Mentan juga mengungkapkan peningkatan produksi padi ditengah El Nino ini tidak terlepas dari kerja keras berbagai pihak termasuk mahasiswa dan TNI yang terjun langsung mendukung program Upsus (Upaya Khusus) pencapaian swasembada pangan.

“Kami juga tentunya berterima kasih kepada panglima TNI, KSAD, Pangdam, Dandim hingga Baninsa yang sudah terjun langsung adalam Upaya Khusus pencapaian swasemabada pangan ini,” ujarnya.

Sementara itu menjawab pertanyaan berbagai pihak tentang rencana impor beras dari Vietnam dan Thailand, Mentan menjawab hal tersebut.

“Ini lah sayangnya pemerintah, produksi digenjot, distribusi digenjot, kita masih impor. Karena apa? Karena pemerintah tidak ingin ada kekurangan,” ujar Amran.

Arman mengungkapkan rencana impor beras tersebut bukan berasal dari kementeriannya. Menurutnya hingga bulan Desember 2015 stock dan produksi beras kita masih Aman.