Surat Terbuka untuk Presiden Jokowi dari Alumni dan Mahasiswa IPB Subang

SURAT TERBUKA UNTUK PRESIDEN RI
BAPAK JOKO WIDODO DARI MAHASISWA DAN ALUMNI IPB KABUPATEN SUBANG

Kepada Yth.,
Presiden Republik Indonesia
Bapak Ir. Joko Widodo
Di Jakarta

Salam hormat,
Semoga Bapak Presiden senantiasa dalam keadaan sehat dan tanpa kurang sesuatu apa pun serta tetap memiliki semangat untuk terus bekerja demi rakyat. Kami juga mendoakan semoga Bapak Presiden selalu mempunyai keberanian untuk membawa negeri ini menjadi lebih baik kedepannya, negeri yang berpihak kepada masyarakat kecil serta negeri yang mempunyai keberpihakan kepada pertanian tempat bergantungnya kehidupan jutaan masyarakat.

Bapak presiden yang kami hormati, kami merupakan Mahasiswa KKN IPB beserta Alumni IPB Kabupaten Subang. Mahasiswa IPB sudah berada di Kabupaten Subang selama 2 (dua) bulan yang tersebar di 6 Kecamatan, alumni IPB yang berada di Subang senantiasa mendampingi serta mengasuh adik-adik kelas dalam menjalankan KKN.

Surat ini mungkin tidak penting untuk Bapak, namun kami memberanikan diri menulis surat terbuka ini karena kami melihat langsung kondisi pertanian di Kabupaten Subang, khususnya di Kecamatan Pusakanagara.

Bapak Presiden yang kami banggakan, kami pun sebenarnya tidak yakin surat ini dapat terbaca oleh Bapak. Tapi paling tidak surat ini dibaca oleh teman-teman kami, alumni IPB yang lain dan yang paling penting surat ini bisa terbaca oleh para petani khususnya di Kecamatan Pusakanagara. Kami menulis surat terbuka ini bukan karena ikut-ikutan tapi ini merupakan bentuk terlemah yang bisa kami lakukan untuk mengetuk para pemangku kebijakan.

Pak, dalam surat terbuka ini kami mecoba menuliskan apa yang dirasakan petani, kondisi saat ini Kecamatan Pusakanagara mengalami kekeringan. Dari total luas sawah 3060 Ha hanya 684 Ha saja yang bisa panen atau hanya 20%, selebihnya 2376 Ha mengalami kekeringan dan gagal tanam serta gagal panen. Di Kecamatan Pusakanagara saat ini hanya 2 desa saja yang bisa menanam, selebihnya mengalami kekeringan.

Bapak Presiden yang budiman, Kecamatan Pusakanagara merupakan daerah yang terlewati oleh Sungai Cipunagara dan Sungai /Irigasi TarumTimur yang konon katanya kedua sungai ini tidak pernah kering atau kehabisan air. Namun kondisi tersebut para petani tidak bisa merasakannya pak, para petani hanya bisa menonton kedua sungai tersebut. Di kecamatan Pusakanagara dan sekitarnya petani hanya bisa sekali panen saja.

Para petani sangat menyambut kabar baik dari Bapak ketika kunjungan ke Subang tahun lalu. Ketika itu Bapak menjanjikan membuat sodetan Tarum Timur untuk pengairan di sana, namun sampai saat ini hal itu belum terealisasi. Padahal dengan adanya sodetan tersebut sebagian daerah yang kekeringan di Kecamatan Pusakanagara dan beberapa kecamatan sekitarnya akan bisa teratasi. Saat ini, para petani berusaha mengairi sawahnya dengan pompa air. Sudah dapat di bayangkan berapa modal petani yang harus dikeluarkan untuk membeli bahan bakar pompa tersebut.

Pak presiden yang kami hormati, mohon kiranya Bapak segera bisa merealisasikan sodetan tersebut. Informasi terakhir sodetan tersebut akan mulai dibangun tahun 2016. Semoga ini tidak menjadi harapan kosong bagi para petani. Langkah Bapak mewujudkan sodetan tersebut, merupakan langkah nyata Bapak untuk membantu petani secara langsung.

Tulisan ini merupakan kegelisahan kami yang berada dekat dengan petani.

Salam hormat kami dari Subang,

Mahasiswa dan Alumni IPB di Subang