Aliansi Buruh Subang Demo di Depan PT Menara, Buruh Yang di-PHK Sepihak Dipekerjakan Kembali

KOTASUBANG.com, Subang – Perjuangan ratusan buruh yang terdiri dari SPMKB, KASBI, FSPMI dan SP LEM SPSI atau yang tergabung dalam Aliansi Buruh Subang (ABS) membuahkan hasil. Setelah berunjuk rasa seharian di depan PT Menara Sumberdaya Indonesia, Desa Wantilan, Kecamatan Cipeundeuy akhirnya hari ini, Jumat (9/10/2015) pihak manajemen perusahan mengabulkan tuntutan buruh untuk mempekerjakan kembali 4 karyawan yang di-PHK sepihak oleh PT MSI.

“Setelah teman-temannya di PHK, spontan kawan-kawan buruh Menara (PT MSI) melakukan aksi mogok di depan pabrik dan perjuangan merekapun tak sendiri kawan-kawan buruh yang tergabung dalam ABS ikut mensupport dengan turut serta dalam aksi solidaritas mogok kerja kawan-kawan buruh PT MSI,” ujar Rahmat Saputra perwakilan dari KASBI.

“Mogok kerjapun terjadi selama dua hari dari tgl 8 Oktober sampai hari ini dan kemenangan pun di raih hari ini, buruh yang di PHK sepihak dipekerjakan kembali dengan membuat kesepakatan bersama yang ditandatangani oleh pihak perusahaan dan pihak buruh yang di PHK di atas materai,” tambahnya.

CQ3EfMAUEAAlgnY

Putra menjelaskan alasan PHK kepada 4 orang buruh PT MSI ini sangat tidak jelas. Menurutnya, indikasi dari PHK tersebut mengarah pada Union Busting karena 4 buruh yang di PHK adalah Pengurus Serikat Pekerja PT. Menara yang baru saja dibentuk dan masih dalam tahap pencatatan di Dinas Tenaga Kerja.

“Belum sempat kawan-kawan buruh mencatatkan serikat pekerja PT MSI di dinas tenaga kerja, perusahaan malah mem-PHK 4 buruh tersebut tanpa alasan yang jelas,” katanya.

Dani Afgani perwakilan dari SPMKB juga mengungkapkan hal senada. Menurutnya tak ada alasan kuat pihak perusahaan mem-PHK ke-4 buruh tersebut.

“Tidak ada alasan yang kuat untuk mem-PHK, satu-satunya alasan yang jelas adalah bahwa ke 4 orang yang di-PHK ini telah “membentuk” serikat di PT MSI,” papar Dani.

“PT MSI itu hanya ada 24 pekerja, dan 4 orang diantaranya kemarin di-PHK sepihak,  tapi hari ini tidak kurang dari 500 orang yang tergabung dalam Aliansi Buruh Subang berunjuk rasa karena hal itu. Bagi kami ini bukan masalah jumlah yg cuma 24 orang, tapi ini adalah tentang perlawanan pada kesewenang-wenangan. Ini tentang perjuangan, tentang HAK UNTUK BERSERIKAT !” pungkasnya.