Kronologi Hilangnya Dinamit dari Kalijati, Subang Ke Bogor

dinamit subangKapolres Subang, AKBP Chiko Ardiwiatto membenarkan jika bahan peledak (dinamit) yang hilang dibawa dari gudang bahan peledak PT Jalupang Sarana Utama yang berlokasi di Desa Marengmang, Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang.

Gudang PT JSU tersebut, merupakan gudang milik PT MNK yang berada di Kawasan Industiri Cikampek Kabupetan Karawang. “Ya benar, memang bahan peledak itu diambil dari gudang milik PT MNK di Kalijati Subang,” ujar Chiko.

Seblumnya, Humas PT Dahana, Juli Jajuly membantah bahan peledak yang dicuri berasal dari perusahaannya. “Bukan, itu (dinamit) bukan dari PT Dahana. Bahan peledak yang katanya dicuri, produk dari kompetitor kami di Cikampek, PT MNK,” ujar Juli.

Kronologi

Sementara itu Polda Jabar terus menelusuri raibnya 250 batang dinamit siap ledak. Dinamit itu dipesan perusahaan tambang batu, PT Batu Sarana Persada yang lokasi quary-nya berada di Cigudeg, Bogor, Jawa Barat. Perusahaan tambang tersebut, memesan dinamit ke PT MNK, distributor resmi PT Dahana.

Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul menyebutkan pihaknya masih menyelidiki hilangnya dinamit itu. “Kami masih melakukan penyelidikan, apakah hilang atau ada kesalahan itung,” kata Martin sewaktu dihubungi wartawan via telepon, Kamis (27/6/2013).

Berikut kronologi berdasarkan keterangan Martin.

Rabu, 26 Juni 2013
Pukul 14.00 WIB
Empat truk colt diesel berangkat dari gudang handak (bahan peledak) PT MNK Subang yang mengankut handak jenis amonium nitrat sebanyak 30 ribu kilogram, dinamit 2.000 kilogram, dan detonator listrik 4000 biji.

Kamis, 27 Juni 2013
Pukul 04.00 WIB
Kendaraan tiba di lokasi PT. Batu Sarana Persada.

Pukul 07.30 WIB
Dilakukan pengecekan langsung oleh kru dan kepala teknik tambang PT Batu Sarana Persada. Diketahui kendaraan truk bernopol T 8952 TF yang mengangkut bahan peledak jenis Dinamit terpal penutupnya sobek. Setelah dicek diketahui 2 dus atau sebanyak 250 batang seberat 50 kilogram tidak ada.

Kapolda Jabar Irjen Pol Suhardi Alius mengatakan dinamit tersebut memang hendak didistribusikan dari Subang ke Bogor. Seyogyanya, truk tersebut langsung mengantarkan dinamit tersebut ke PT Batu Sarana Persada.

“Mereka mampir dulu ke gudang di Marunda, Jakarta Utara. Sehingga tiba di lokasi (PT Batu Sarana Persada) pada Kamis tadi pukul 04.00 WIB. Setelah dicek pagi hari, dua kardus berisi dinamit hilang,” ujar Suhardi.

Suhardi memastikan 250 dinamit yang hilang tidak dapat diledakkan. Sebab detonator yang merupakan alat untuk memicu ledakannya tak ikut dicuri. Polda Jawa Barat bersama jajaran Polres Subang dan Bogor dan dibantu Polda Metro Jaya, masih mengusut kasus ini.

Sumber : Inlh – dtk