Pencak Silat Pernah Mengalami Masa Kejayaan di Subang

KOTASUBANG.com, Subang – Dunia Pencak Silat Kabupaten Subang ternyata pernah mengalami masa kejayaan. Bukan cuma soal prestasi, ketika itu banyak pihak yang mendukung perkembangan Pencak Silat di Kabupaten Subang sehingga pagelaran atau kompetisi Pencak Silat selalu digelar meriah. Hal itu diungkapkan ketua Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Subang, Elys Langi kepada KOTASUBANG.com.

“Ketika Wakil Bupatinya dijabat oleh Bapak Iing Kosim (1998-2003 -red), Pencak Silat di Subang mengalami masa jaya. Beliau sangat mencintai Pencak Silat, banyak pihak ketika itu juga sangat mendukung perkembangan Pencak Silat di Subang,” ujarnya.

ciung wanara subang

Atraksi Silat Paguron Ciung Wanara Subang, pada Pembukaan Popwil II 2015

ipsi silat subang

Atraksi Silat Paguron Ciung Wanara Subang, pada Pembukaan Popwil II 2015

Kang Jajat, pesilat nasional dari Paguron Ciung Wanara juga mengungkapkan hal senada. Ketika itu menurut Jajat di Subang sering diadakan acara Gebyar Pendekar.

“Namun setelah beliau tidak bertugas lagi di Subang, pamor pencak silat kembali menurun di Subang,” ujarnya menyayangkan.

Bahkan menurut Elys Langi saat ini IPSI sama sekali tidak memiliki anggaran.

“Jika ada kegiatan, maka kami para pengurus dan Paguron yang ada bisanya patungan,” ujarnya.

Elys mengatakan sebenarnya potensi berkembang kembalinya Pencak Silat di Subang saat ini sangat besar. Hal itu setidaknya tampak dari banyaknya peminat yang mengikuti seleksi atlet Popwil beberapa waktu lalu.

“Meskipun waktu ujian, ketika seleksi Popwil kemarin jumlah peserta mencapai 200-an pelajar. Apalagi kalau seleksinya tidak diadakan ketika ujian, mungkin pesertanya akan lebih banyak lagi,” jelasnya.

Dirinya berharap antara dinas-dinas terkait agar saling mendukung demi perkembangan Pencak Silat di Kabupaten Subang.

elys langi ipsi subang

Pengurus IPSI Subang Harry dan Ketua IPSI Subang Elys Langi

“Disdik misalkan, agar segera mengadakan pelatihan-pelatihan atau seminar kepada guru-guru olah raga sehingga Pencak Silat masuk ke kurikulum Sekolah. Saat ini hanya sekolah-sekolah di beberapa Kecamatan saja yang mengajarkan Pencak Silat,” ungkap Elys.

Salah satu masalah yang ada di Subang saat ini menurut Elys banyak Paguron yang kesulitan memperoleh informasi mengenai agenda kompetisi Pencak Silat.

“Informasi-informasi mengenai adanya pertandingan Pencak Silat kadang tidak sampai kepada semua Paguron. jika salah satu paguron memiliki info kompetesi sering kali tidak disampaikan kepada paguron lain. Padahal banyak paguron menunggu informasi tersebut,” kata Elys menyayangkan.

Sementara itu menurut Jajat kurangnya event Pencak Silat yang digelar di Subang adalah salah satu faktor utama penyebab tidak berkembangnya pencak silat di Subang saat ini.

Baik Jajat maupun Elys Langi berharap ke depan di Subang ada lagi tokoh masyarakat atau figur di pemerintahan yang mencintai Pencak Silat, sehingga Pencak Silat bisa kembali mengalami masa kejayaan.