Alumni IPB Subang Atasi Kekeringan Sawah Dengan Solusi Sederhana

KOTASUBANG.com, Cipunagara – Memasuki puncak musim kemarau saat ini ribuan hektare lahan sawah di Subang dilanda kekeringan. Lahan sawah seluas 3.000 hektare yang tersebar di Kecamatan Pusakanagara, Pusakajaya, Legon Kulon, serta Pamanukan tak bisa diolah karena tak terairi irigasi. Sementara sawah seluas 1.500 hektare terpaksa gagal panen karena kekurangan pasokan air dan 2.450 hektare lainnya diari dengan pompanisasi dan rentan gagal panen.

Kondisi ini ternyata bisa diatasi dengan sebuah solusi sederhana seperti yang diterapkan oleh Deni Nurhadiansyah salah seorang lulusan IPB di lahan sawah yang ia sewa di daerah Babakan Ngantai, Desa Manyingsal, Kecamatan Compreng. Sawah seluas 10.5 hektare yang ditanami 85 hari yang lalu di lahan tadah hujan di daerah tersebut tampak subur dan berbulir sangat baik.

alumni ipb subang

Alumni IPB Deni Nurhardiansyah bersama Ketua HA-IPB Subang Agus Masykur

Deni mengungkapkan pada musim kemarau pasokan air di daerah tersebut sangat kurang. Petani di sana harus memompa air dari sungai Cilamatan untuk mengairi sawahnya. Pasokan air dari sungai tersebut pun kadang tak tentu sehingga petani di sana sering gagal panen. Di musim kemarau air hasil memompa tersebut hanya akan bertahan menggenang selama kurang dari 4 hari. Petani seringkali tak mampu mempertahankan pasokan air tersebut sehingga sawahnya cepat kering dan akhirnya gagal panen.

“Padahal teknologinya sederhana, hanya memanfaatkan jerami sisa panen saja yaitu dengan mengkomposkannya” ungkap Deni di sela-sela panen raya perdana di sawahnya tersebut Sabtu (1/8/2015).

Jerami sisa panen tersebut menurut Deni tetap dibiarkan di sawah, bukan di bakar seperti kebanyakan yang dilakukan petani saat ini. Jerami tersebut kemudian direbahkan dengan bajak kemudian ditambahkan dekomposer dari IPB.

alumni ipb subang 2

“Tunggu hingga sepuluh hari baru kemudian di bajak kembali dan siap ditanami,” ujar pria lulusan IPB jurusan Proteksi Tanaman angkatan 40 ini.

Dengan teknik pengolahan seperti ini Deni mengatakan tanah sawahnya menjadi lebih mampu menyimpan air. Dari yang sebelumnya air di sawah hanya mampu bertahan dalam 3 hari, kini setelah menggunakan teknik pengomposan jerami tersebut air disawahnya bisa bertahan hingga 10 hari. Selain itu menurut Deni pengomposan jerami ini membuat tanaman padi memperoleh pasokan unsur Silika (Si) yang dibutuhkan oleh tanaman padi. Pasokan Si yang baik bisa membuat tanaman padi lebih resisten terhadap kekeringan.

Turut hadir dalam panen raya yang diinisiasi oleh Himpunan Alumni IPB DPC Kabupaten Subang tersebut Dewan Pakar Himpuan Alumni Pusat, anggota DPRD Subang, Direktur RPN Bogor, KTNA Subang, Pimpinan PTPN VIII, Kades Manyingsal, Mahasiswa dan Petani daerah sekitar.

Ketua HA-IPB DPC Kab. Subang, Agus Masykur mengungkapkan hal ini merupakan salah satu contoh kontribusi positif yang dilakukan oleh alumni IPB bagi kemajuan pertanian Kabupaten Subang.

“Mudah-mudahan terobosan – terobosan alumni IPB bisa memberikan kontribusi positif untuk masyarakat Kabupaten Subang, sama-sama membantu mewujudkan visi Kabupaten Subang yang diantaranya mewujudkan Subang sebagai daerah Agribisnis” ungkapnya.

HA IPB subang himpunan alumni ipb subang

Mewakili Dewan Pakar HA-IPB pusat, Wahyudi Sasprihanto berharap teknologi sederhana ini bisa ditiru oleh masyarakat di sekitarnya.

“Semoga ini bisa menjadi contoh untuk petani Subang atau daerah lain atau bahkan petani seluruh Indonesia,” ujarnya.

Hal senada juga dikatakan perwakilan dari PTPN VIII Dian Hadiana, menurutnya hal ini merupakan pelajaran yang baik untuk dicontoh.

“Banyak potensi yang bisa dimanfaatkan di sekitar kita seperti pemanfaatan jerami ini. Hal ini merupakan pelajaran yang baik, semoga bisa diterapkan ditempat lain,” katanya.

Sementara itu Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Indonesia (KTNA) Kabupaten Subang, Otong Wiranta mengatakan banyak informasi-informasi seperti pemanfaatan jerami ini yang tidak sampai kepada petani, untuk itu pihaknya berharap HA-IPB Kabupaten Subang untuk turut berperan menyampaikan hal-hal seperti itu kepada petani, mengingat jumlah penyuluh pertanian di Kabupaten Subang tidak memadai.