Puluhan Pelajar dari Belanda Kunjungi Blanakan, Subang

KOTASUBANG.com, Blanakan – Puluhan siswa yang berasal dari Belanda hari ini, Minggu (26/7/2015). melakukan kunjungan ke hutan iklim di Cilamaya Girang, Kecamatan Blanakan. Kunjungan tersebut merupakan rangkaian dari program Global Exploration (GE) yang merupakan program kerjasama antara Stichting Global Exploration sebuah Yayasan dari Belanda dengan DeTara Foundation dari Indonesia. Dalam program SE tersebut puluhan siswa Belanda diajak mengunjungi beberapa tempat di Indonesia untuk mempelajari lingkungan, seni budaya dan berinteraksi dengan masyarakat lokal.

“Ini adalah tahun ke 4 kami (DeTara) mengajak siswa-siswa Belanda untuk mengunjungi berbagi tempat di Indonesia. Biasanya kami membawa mereka ke Bogor, Yogyakarta dan Kalimantan. Untuk tahun ini kami juga mengajak mereka ke Blanakan, Subang untuk mempelajari hutan pendidikan Iklim Blanakan yang kami bangun atas prakarsa Pertamina ONWJ,” kata Ir. Latifah Hendarti founder DeTara Foundation.

global exploration de tara subang 1

Foto bersama peserta Global Exploration 2015

Menurut Latifah, hal ini merupakan salah satu bentuk pendidikan leadership bagi mereka. Supaya kelak ketika menjadi pemimpin mereka jangan hanya menggunakan Sumber Daya Alamnya saja tetapi pikirkan juga lingkungan dan masyarakat agar mereka jadi bisa berempati.

“Ini adalah proses belajar leadership agar mereka bisa jadi tahu kondisi negara lain dan pemahan kondisi masyarkat sehingga mereka punya rasa empati.” katanya.

“Untuk bisa datang ke Indonesia para siswa Belanda ini mengumpulkan uangnya masing-masing secara mandiri. Mereka ada yang bekerja part time di restoran cepat saji dan sebagainya. Kemandirian inilah yang harus diajarkan kepada generasi muda kita,” jelas Latifah.

global exploration de tara subang 2

Founder De Tara Foundation menjelaskan mengenai hutan pendidikan iklim Blanakan kepada beberapa perwakilan komunitas

Yanu Endar Prasetyo pembina Sobat Budaya Subang mengungkapkan apa yang dilakukan para siswa Belanda tersebut bisa di duplikasi di Indonesia.

“Para siswa di Indonesia juga bisa melakukan hal serupa, belajar mandiri dan menabung kemudian dengan bantuan jaringan yang dimiliki DeTara bisa juga difasilitasi untuk melakukan kunjungan ke luar negeri seperti yang dilakukan teman-teman dari Belanda,” katanya.

Sementara itu Yuli Merdekawati, Lurah Cigadung Kecamatan Subang yang juga hadir pada acara tersebut sepakat bahwa pemimpin memang seharusnya memiliki kepekaan terhadap isu lingkungan hidup.

“Pembinaan leadership sejak dini kepada pelajar dengan konsep Hutan Pendidikan seperti ini sangat strategis dimana suatu hari nanti diharapkan akan lahir pemimpin-pemimpin yang bisa peduli terhadap kelestarian lingkungan hidup dan bijaksana dalam pengelolaan sumber daya alam,” ungkapnya.

global exploration detara subang

Peserta Global Exploration 2015 meninggalkan hutan pendidikan iklim Blanakan menggunakan perahu nelayan

global exploration de tara subang

Peserta Global Exploration 2015 meninggalkan hutan pendidikan iklim Blanakan menggunakan perahu nelayan

Ketua Gerakan Peduli Lingkungan (GPL) Subang, Sansan Juliansyah menyambut baik kunjungan pelajar Belanda ke Blanakan ini. Lebih lanjut pihaknya siap bersinergi dengan komunitas binaan DeTara yaitu komunitas Suling Blanakan dalam hal peningkatan kesadaran mencintai lingkungan hidup.

Dalam program GE ini siswa-siswa Belanda juga disebar ke berbagai negara lainnya, seperti Cina, India, Nepal dan berbagai negara lainnya.

Di Blanakan, para siswa Belanda ini juga diperkenalkan dengan beberapa kesenian seperti Sisingaan, Tari Merak dan beberapa kesenian lainnya. Di hutan pendidikan iklim mereka juga berinteraksi aktif bersama anak-anak dan masyarakat sekitar. (baca juga : Energi Perubahan dari Blanakan)